Zayn Malik dan Citra Islam yang Disandangnya

London: Komedian Bill Maher membuat kehebohan dalam acara “Real Time with Bill Maher.” Pria berusia 59 tahun itu menyindir Zayn Malik sebagai teroris.

Hal itu dilontarkan Maher tidak lepas dari agama yang dianut Zayn, juga darah Pakistan yang mengalir dalam dirinya.

“Zayn Malik baru saja keluar dari One Direction yang saya juga tidak peduli. Maksud saya, terserahlah,” kata Maher disusul tawa penonton di studio, seperti dilansir The Guardian.

Puncaknya, Maher menyandingkan foto Zayn dengan pelaku bom saat acara marathon di Boston pada 2013, Dzhokhar Tsamaev sambil berkelakar, “Katakan Zayn, Anda ada di ‘band’ mana? Di mana kau saat (bom) marathon Boston?”

Guyonan Maher itu langsung menuai respons di Twitter. Penggemar Zayn dan juga netizen berang karena candaan Maher bernada rasisme. Netizen mengkritik Maher dengan mencuit tanda pagar “#RespectForZayn.”

Hinaan terhadap Zayn terkait agama dan rasnya bukan kali ini saja terjadi. Pada 2012, penulis blog asal Amerika Serikat, Debbie Schlussel, menyebut Zayn dengan sebutan “boyband jihad.”

Lebih jauh, Schlussel menyebut masuknya Zayn dalam boyband itu karena “Islam diperdagangkan di Inggris.”

Olok-olok rasisme terhadap Zayn kembali terjadi pada 2013. Penyanyi rap Rucka Rucka Ali merilis lagu parodi berjudul “Zayn Did 9/11.”

Terlepas dari tudingan tidak bertanggung jawab itu, Zayn adalah seorang musisi hebat. Nyatanya, dia mampu masuk sebagai finalis di ajang pencarian bakat bergengsi di Inggris.

Mencemooh Zayn dari sisi keyakinannya, tentu bukan hal bijak. Apalagi, cemooh itu dipublikasi secara luas. Sangat tidak pantas memandang seni dari identitas keyakinan seorang seniman. Apapun alasannya, termasuk guyonan Maher.

Kini, 5 ribu orang telah mendukung sebuah petisi yang mendorong Maher untuk meminta maaf atas lawakannya itu. Sebuah bukti bahwa masih banyak yang peduli terhadap Zayn, lebih-lebih terhadap ekualitas manusia terlepas dari agama dan suku bangsa.
ROS

Sumber : metrotvnews.com