Peribahasa kata, saat ini PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sedang melakukan ”buka-tutup arus”. Fokus pabrik mulai diarahkan untuk memenuhi permintaan NMAX, sementara model lain pasokannya dikurangi.

Ini bukan antara soal cukup atau tidaknya pada pabrik YIMM, akan tetapinya lebih karena menyesuaikan pada pasokan, stok, dan permintaan. Bisa saja kapasitas produksi di pabrik akan ditambah, namun Yamaha tak mau keteteran dengan soal stok yang akan menumpuk.

”Yamaha (Indonesia) punya “daya tampung pabrik 3 juta unit”, dari kawasan Pulogadung dan Karawang. Ambisi kami 2 juta unit pada tahun ini, artinya masih ada ruang 1 juta unit,” imbuh Mohammad Masykur, Asisten GM Pemasaran YIMM, pada hari Kamis kemarin .

Diterangkan lebih lanjut lagi, saat ini kondisi untuk permintaan sedang mengalami penurunan. YIMM hanya mengoptimalisasi produksi 1 shift, ditambah lagi beberapa model yang akan diproduksi dengan jam kerja 2 shift.

Masykur mengutarakan bahwa, tidak ada pilihan menambah kapasitas pabrik saat ini. Andai permintaan melonjak pun, investasi baru saat ini belum menjadi pilihan, karena kapasitas pabrik masih mencukupi. ”Tinggal siapkan saja kalau memang dibutuhkan,” kata Masykur.

Pembuatan terbesar di Yamaha Indonesia saat ini adalah “NMAX” yang sudah meraih 20.000 unit sebulan. Skutik bongsor ini bahkan harus membuat model lain mengalah, salah satunya adalah New V-Ixion.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here