Waspadai Materai Palsu Yang Beredar

DUAKALI.COM – Setelah membekuk sindikat pemalsu ijazah, jajaran Polda Metro Jaya juga meringkus sebut saja RR, seorang anggota sindikat pemalsu materai. Sebanyak 10 ribu lembar materai yang dipalsukan pelaku sudah beredar luas di masyarakat.

“Dia sudah memalsukan 10 ribu lembar, (satu paket) isi 50 (lembar), kita hanya berhasil sita 245 lembar karena sebagian sudah terdistribusi,” kata Kasubdit I Indag Polda Metro Jaya, AKBP Agung Marlianto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Agung menjelaskan, nantinya materai tersebut diedarkan ke pasaran bahwa seolah-olah materai tersebut asli. Biasanya, materai milik RR dijual di warung kelontong ataupun tempat fotokopi.

Guna membedakan antara materai asli dan palsu, bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Materai asli dijual sesuai dengan harga yang tertera, sementara materai palsu dijual dengan harga jauh berbeda yakni sekira Rp1.000-2.000 per lembar.

“Jadi, kalau beli materai harganya jauh berbeda sudah pasti palsu. Apalagi dijualnya tidak di gerai resmi seperti kantor pos,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Agung menghimbau kepada masyarakat untuk membeli materai di kantor pos ataupun gerai telekomunikasi. Pasalnya, materai asli hanya dicetak oleh Peruri secara resmi kemudian didistribusikan ke wesel pos dan kantor telekomunikasi.

“Jadi, kalau beli di warung atau percetakan fotokopian harus diwaspadai. Karena dia sengaja menjual ke segmen kelas bawah,” pungkasnya. Atas perbuatannya, RR dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP dan Pasal 264 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.