Duakali – Setiap anak pastinya mempunyai fase untuk tumbuh dan berkembang. Tapinya perkembangan pada anak bisa saja terhambat karena masalah sepele yang dilakukan orang tuanya.

“Jikalau nantinya orang tua terlalu protektif, anak pun jadi tidak punya kesempatan untuk belajar. Semestinya biarkan saja anak banyak kesempatan untuk mencoba,” ucap fisioterapi Ahmad Syakib, Sft, SKM, dalam talkshow ‘Yuk Pantau Tumbuh Kembang Anak Agar Sehat, Tinggi dan Cerdas’ di Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu kemarin.

Tapinya apabila orang tua sudah terbiasa buat membantu anak mengerjakan sesuatu, terlalu membatasi anak dengan bermacam larangan maka anak tidak akan memiliki cukup pengetahuan untuk melakukan sesuatu. Padahal anak butuh mengeksplorasi lingkungannya agar dia memiliki banyak pengetahuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Interaksi itu juga bisa membantu anak untuk menuntaskan masalah yang akan dihadapinya.

“Yang paling utama ialah biar anak ditemani supaya tetap aman,” ujar Syakib.

Syakib melanjutkan, agar orang tua tetap memusatkan motorik kasar terlebih dahulu. Pasalnya motorik halus itu tidak akan berkembang jikalau nantinya motorik kasar juga tidak berkembang.

Penjelasan motorik kasar antara lain kepandaian telentang, tengkurap, berguling, duduk, berdiri tegap, jalan mandiri, memanjat dan naik tangga. Sementara pada penjelasan motorik halus antara lain menggapai, menggenggam, mengangkat, melempar bola, menggunakan alat dan menulis.