yandex
Internasional

Warganya Dieksekusi Mati, Brasil Evaluasi Hubungan dengan RI

Brasilia: Brasil merespon eksekusi mati salah satu warganya di Nusa Kambangan, Cilacap Jawa Tengah.

Rodrigo Gularte dieksekusi bersama tujuh terpidana mati lainnya di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, pada Rabu (29/4/2015), pukul 00.25 WIB.

“Karena tidak adanya respon memuaskan dari permohonan (pengampunan) kami, eksekusi mati ini harus dievaluasi untuk menentukan sikap apa yang akan kami ambil terhadap Indonesia mulai saat ini,” tutur Wakil Menteri Luar Negeri Brasil, Sergio Franca Danes, seperti dikutip itv.com.

Seorang terpidana mati asal Brasil, Marco Archer Cordosa, telah eksekusi mati di Nusakambangan pada Januari lalu. Ketika itu, Brasil langsung menarik duta besarnya dari Indonesia.

Australia juga telah menarik dubesnya dari Indonesia begitu mendengar Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dieksekusi dini hari tadi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan penarikan atau pemanggilan dubes merupakan hal biasa dan merupakan hak negara pengirim.

Dalam eksekusi dini hari tadi, Veloso lolos karena adanya penundaan. Hal ini terjadi atas permintaan pemerintah Filipina terkait pemeriksaan Sergio.

Eksekusi mati hanya dilakukan terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan, dini hari tadi pada pukul 00.25 WIB. Kedelapan terpidana mati itu adalah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), dan Okwudili Oyatanze (Nigeria).
WIL

Sumber : metrotvnews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button