Bisnis hijab semakin menjamur di Indonesia. Dengan semakin beragamnya inovasi hijab dan banyaknya wanita yang mulai menyadari betapa pentingnya mengenakan hijab menjadikan bisnis jilbab semakin mengalami peningkatkan, salah satunya bisnis jilbab online.

Salah satu hal menarik yang bisa didapat dari penggunaan hijab adalah, setiap wanita muslimah dapat memodifikasi sendiri hijab yang digunakannya, mulai dari model maupun motif warna yang beragam. Tak sedikit juga dari mereka yang memperlajari banyak model hijab dari tutorial-tutorial yang tersedia di Youtube.

Melihat peluang dan prospeknya yang semakin menjanjikan, banyak pelaku usaha di Indonesia yang mulai menekuni usaha ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Djajeng Lestari atau akrab disapa Ajeng yang saat ini tengah sukses merintis bisnis hijab onlinenya dengan mengusung nama Hijup.

Mengawali bisnis jilbab sejak Agustus 2011 lalu, Ajeng hanya dibantu oleh seorang asisten yang merupakan teman kuliahnya. Saat ini Hijup sukses menjadi bisnis online busana muslim dengan hasil penjualan terbesar di Tanah Air. Namun saat ini, Ajeng sudah mengandalkan 120 orang karyawan.

Dalam toko online hijab miliknya, Ajeng menawarkan pembelian dalam jumlah lusinan dengan sejumlah merek dari 200 desainer hijab ternama. Sebelum merintis usahanya dengan membangun sistem secara online, Ajeng sempat merintis karirnya sebagai seorang marketing riset.

bisnis hijup

“Sebelum menekuni bisnis hijab ini, saya berprofesi sebagai seorang karyawan marketing riset. Namun di tahun 2011, saya memutuskan untuk resign dan beralih ke bisnis online. Saya fokus jualan jilbab online lantaran banyak wanita karir yang merasa kesulitan untuk mencari hijau berdasarkan fashion yang bagus. Terkadang mereka tidak sempat untuk mencarinya ke mall, dan saya berpikiran untuk menjual hijab secara online dengan desain yang menarik dan berkualitas,” tutur Ajeng.

“Keputusan untuk resign dari perusahaan sebelumnya mendapat dukungan penuh dari suami saya. Untuk itu saya memberanikan diri untuk mulai merintis bisnis ini bersama teman saya dengan hanya bermodalkan Rp 10 juta. Kami hanya memaksimalkan ruangan yang besarnya 2×3 meter saja,” tambah Ajeng.

Menurut Ajeng, keberhasilannya dalam merintis bisnis hijabnya itu tak luput dari kemampuannya untuk memahami terjadinya perubahan orientasi fashion hijab yang diminati wanita muda saat ini. Hal ini sesuai dengan motto yang dimiliki Hijup, yakni LORD (Lean, Open, Result, Oriented, dan Dynamic).

Untuk memasarkan produk-produknya di kalangan masyarakat, Ajeng mengutamakan sistem promosi melalui news letter, instagram, dan video hijup yang saat ini sudah cukup dikenal di kalangan penikmat Youtube.

Bisnis hijab yang dirintis Ajeng sejak pertama kali dibangun tidaklah selamanya berjalan dengan lancar. Sejak bisnis ini mulai dirintis, sampai satu tahun berikutnya, penghasilan yang didapat Hijup tidaklah sesuai dengan harapan. Penjualannya pun tidak terlalu banyak diminati, sampai akhirnya Ajeng memutuskan untuk cuti lantaran mengandung anak pertamanya.

“Keberhasilan bisnis ini terjadi setelah saya cuti hamil. Saat itu saya banyak memikirkan cara dan strategi agar bisnis ini tidak sia-sia dan menghasilkan peluang yang menjanjikan. Akhirnya, saya pun menyadari bahwa kuncinya adalah desain, pengelolaan keuangan yang baik, dan merekrut karyawan terbaik,” pungkasnya.

Terkait siasat berbisnis dalam merintis usaha startup, menurut Ajeng adalah melihat sejauh mana minat yang dimiliki oleh diri sendiri. Dengan tekad dan usaha yang maksimal, maka keberhasilan dalam membangun sebuah usaha tak akan sia-sia.

Meski demikian, Ajeng enggan membeberkan besarnya omzet yang diraupnya dari bisnis hijab miliknya. Sampai saat ini, produknya tidak hanya dipasarkan di Tanah Air, melainkan juga di beberapa negara seperti Inggris, Singapura, India, Amerika Serikat, dan juga Malaysia.