Wakil Ketua DPD Nilai Penyidik Polri Tak Bebas Tafsirkan Hukum

Medan: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Farouk Muhammad, menyayangkan penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Penangkapan yang berpotensi mendatangkan preseden buruk dalam penegakan hukum itu, diduga berawal dari penafsiran subjektif atas hukum yang kebablasan.

“Seolah-olah dia (penegak hukum) bebas menggunakan kewenangannya berdasarkan penilaian subjektif,” kata mantan Gubernur PTIK itu di Asrama Haji Medan, seperti dilansir Antara, Senin, (4/5/2015).

Farouk menegaskan, peristiwa penangkapan penyidik KPK tersebut perlu menjadi pelajaran mengenai objektivitas bagi penegak hukum hukum dalam menafsirkan aturan.

“Hukum tidak pernah rinci dan tidak bisa update. Yang menafsirkan peraturan itu adalah penegak hukum. Nah, subjektivitas penegak hukum itu yang harus dikendalikan,” ujar Farouk.

Menurut Farouk, pihaknya memperkirakan kasus yang dituduhkan kepada Novel Baswedan itu telah berakhir dengan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Wakapolri. Namun penangkapan Novel Baswedan dalam kasus yang telah terjadi beberapa tahun lalu tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda dan cenderung mengarah kepada Budi Gunawan.

“Beberapa waktu lalu, saya pikir dengan pelantikan BG (Budi Gunawan) sebagai wakapolri, ya sudahlah, marilah kita terima semua dan kita dukung dan saya minta BG bisa menunjukkan kinerjanya bahwa dia bukan seperti orang yang dituduhkan,” katanya.

Mantan Kapolda Maluku itu, berharap Komjen Pol Budi Gunawan bisa fokus dalam tugasnya sebagai orang nomor dua di institusi bhayangkara tersebut. Dengan pengalaman tugasnya selama ini, sebenarnya Komjen Pol Budi Gunawan diminta dapat mendukung Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk menunjukkan reformasi birokrasi Polri yang anti-KKN.

MEL

Sumber : metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here