Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian
Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian
83 / 100 SEO Score
Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian
Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian

Duakali.net – Kabar mengejutkan datang dari ustadz Hariyono, ustadz kondang dengan acara pengobatan alternatifnya di televisi itu dijemput paksa oleh Satreskreim Polresta Bandar Lampung atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan, di kediamannya dikawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (22/06/2017).

Ustadz Hariyono dijemput paksa karena sudah mangkir dari panggilan kepolisian sebanyak 2 kali. Kasus penipuan dan penggelapan yang diduga terkait dengan Hariyono bermodus memberangkatkan korban berhaji.

Penangkapan Ustadz Hariyono Dibenarkan Kapolresta Bandar Lampung

Penangkapan pimpinan Majelis Berdzikir ini terjadi pada Kamis (22/06/2017).

“Benar. Satuan Reserse memeriksa seorang bernama Hariyono yang terkenal sebagai ustadz,” kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono, Kamis malam.

Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian
Ustadz Hariyono Dijemput Paksa Kepolisian

Menurut Murbani, petugas menangkap Hariyono karena diduga terlibat penipuan umrah dan haji. Hariyono dijemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan petugas. Murbani menerangkan, penyidik masih memeriksa Hariyono secara intensif untuk melengkapi berkas perkara.

Baca Juga : Petinggi Catalunya Divonis Makar

Dari penelusuran, kepolisian menyiduk Hariyono berdasarkan laporan dua korban warga Sukarame. Insiden penipuan itu terjadi di Juli 2016 di rumah korban.

Ketika memulai menawarkan paket Haji pada dua korban itu, Hariyono berjanji akan memberangkatkan mereka hanya dengan biaya 27 juta. Dengan syarat, korban harus mengundang empat orang untuk berangkat haji melalui Hariyono juga.

Korban lainnya dijanjikan untuk berhaji dengan biaya 100 juta. Kedua korban kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Hariyono. Pada hari keberangkatan, kedua korban batal pergi ke tanah suci. Hariyono berdalih bahwa imigrasi menolak pembuatan visa mereka. Korban kedua meminta uangnya dikembalikan. Hariyono juga memberikan cek senilai Rp 100 juta.

Para korban mencoba untuk menguangkan cek di bank. Namun, bank yang menyatakan cek tidak dapat diuangkan karena saldo yang tidak mencukupi. Korban sempat beberapa kali meminta uangnya kembali, tetapi Hariyono selalu menghindar. Atas dasar ini, dua korban dilaporkan ke polisi Bandar Lampung.