Coba membandingkan dengan produsen mobil yang berasal dari Jerman, Italia, Jepang, atau Amerika, mobil buatan China masih melekat kesan murah dan rendah akan kualitas. Selain itu, cap plagiat yang dilegalkan pemerintahnya membuat aksi copycatkerap dilakukan para pelaku bisnis di Negeri Panda.

Biarpun begitu, China ialah negara dengan pasar dan berkemampuan produksi mobil terbesar di dunia saat ini. Kapasitas produksinya lebih besar sampai 300.000 unit ketimbang kemampuan Amerika Serikat per tahun.

China Punyai posisi sebagai yang terbesar, membuat para produsen otomotif lokal mulai kepingin pamer juga. Salah satu cara jitu untuk melepaskan kesan murahan dan tidak berkualitas adalah dengan produk yang diciptakan. Lewat hasil karya supercar, Trev, China mau mematahkan stigma negatif dunia pada produk hasil buatannya.

Konsep Trev sudah dipublikasikan pada Geneva Motor Show 2016. Trev sendiri merupakan singkatan dari turbine-recharged electric vehicle (sistem pengisian berbasis turbin yang ditempatkan di dalam mobil).

Supercar tersebut, punyai kinerja untuk memberikan China identitas dan kepercayaan diri untuk masuk dalam peta industri otomotif di dunia. Produk ini memiliki tenaga murni mencapai 1.030 tk dengan konsumsi bahan bakar luar biasa hemat, mencapai 1.500 mpg (miles per gallon) atau 637.7 kpl.

Di antara jajaran mobil super, Amerika punya Ford GT, Jerman memiliki Porsche 918, Jepang dengan Lexus LFA, Swedia ada Koenigsegg, Inggris andalkan McLaren, Italia terkenal akan Ferrari atau Lamborghini, sementara China akan diwakili oleh Trev.

Enggak perlu repot-repot untuk mengembangkan citra dengan penjualan yang baik. Nantinya, masyarakat dan konsumen sendiri yang akan menempatkan TREV di posisi sejajar dengan para pendaulu-pendahulunya, tentunya karena kualitas yang baik.