Football Soccer - Paris St Germain v Barcelona - UEFA Champions League Round of 16 First Leg - Parc Des Princes, Paris, France - 14/2/17 Paris Saint-Germain's Edinson Cavani, Presnel Kimpembe, Javier Pastore and Layvin Kurzawa celebrate after the game Reuters / Benoit Tessier Livepic

Liga Champions – Di leg 1 babak perdelapan final kompetisi Champions League musim 2016/2017, Barcelona telah tumbang dengan perolehan angka 0-4. Empat angka yang dikemas oleh Paris Saint Germain hadir berkat aksi Di Maria pada menit ke-18 dan 55, Julian Draxler di menit 40 dan ditutup oleh Edinson Cavani pada menit ke-71. Hasil tersebut membuat Barcelona harus berupaya keras agar bisa tembus ke fase selanjutnya.

Kekalahan telak Blaugrana dari Les Parisien, Rabu (15/2/2017), masih menjadi bahan buah bibir di Spanyol. Kalangan media dan pengamat sepak bola ramai-ramai memaparkan hasil penilaian mereka. Dua di antaranya adalah mantan juru taktik Atletico Madrid, Arrigo Sacchi dan mantan left wing back El Barca, Sergi Barjuan. Keduanya memiliki pertimbangan yang hampir sama, khususnya apa saja yang membuat tim Catalan tumbang 0-4 di Stadion Parc des Princes.

Jika bertekad untuk lolos ke babak selanjutnya, Blaugrana harus mengemas minimal lima gol ke gawang Les parisien, tanpa kecolongan angka. Andai menang 4-0 dan bertahan hingga 120 menit, pertandingan akan diakhiri lewat adu penalti. Menurut Arrigo Sacchi, ada tiga punggawa yang menjadi kendala besar bagi permainan tim Catalan secara keseluruhan. Uniknya, trio tersebut bukan Edinson Cavani, Angel Di Maria ataupun Julian Draxler.

Trio Playmaker PSG Ini Sukses Hancurkan Dominasi Trio MSN 1


Menurut Sacchi, permainan pasukan yang dikomandoi Enrique tak bekerja dengan mulus karena sepak terjang dari Verratti, Adrian Rabiot dan Matuidi. Trisula playmaker itu tampil sesuai dengan tugasnya. Mereka bisa membatasi pola permainan para gelandang El barca seperti Iniesta, Andre Gomes maupun Busquets.

Sacchi melihat tiga punggawa tersebut juga sanggup menjadi pengacau pertama bagi pergerakan Messi dan Neymar. Imbasnya, Suarez menjadi terkunci di sektor depan. Ketiga gelandang Les Parisien sangat mengerti apa yang wajib mereka lakukan sejak menginjakkan kaki di lapangan. Mereka bermain dengan impresif dan lugas, sehingga memberi kerumitan tingkat tinggi bagi pergerakan lini tengah Blaugrana.

Barjuan pun memaparkan, penampilan Lionel Messi mendadak suram, dan semua bermula dari usaha Verratti, Matuidi dan Rabiot. Trisula playmaker tersebut tak terlihat condong saat menyerang, tapi performa mereka sangat kelihatan saat berada di sektor tengah. Maka menurut Barjuan Blaugrana harus mencari langkah untuk memecah fokus tiga pemain tersebut saat bola sedang dikuasai oleh El Barca.

Barjuan berharap mantan kesebelasannya bisa menanggapi kekalahan mereka dengan sikap positif dengan menemukan langkah terbaik agar trio playmaker Les Parisien tersebut tak bisa bermain seperti saat di Paris. Blaugrana bisa terlepas dari musibah jika trio gelandang tersebut bermain tidak seperti yang diharapkan. Barjuan pun tetap optimis Blaugrana mampu belajar dari kesalahan dan rasa malu yang mereka alami di Paris.

Highlights PSG Vs Barcelona 2017

https://www.youtube.com/watch?v=tdrXtGVPwV0