Akhir tahun 2015 lalu, kabar yang menerobos di industri otomotif nasional adalah mengenai masa depan Toyota NAV1 yang diujung tanduk alias tidak lagi dijual di 2016. Rumors itu pun semakin mencuat setelah beredar informasi jikakalau Toyota akan meluncurkan Sienta.

Tapinya, satu pekan menjelang peluncuran Sienta, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota di Indonesia, mengonfirmasi bahwa NAV1 tetap akan dijual.

“Segmen NAV1 dengan Sienta itu jelas berbeda. NAV1 lebih ke premium,” ujar Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto di acara Media Gathering Toyota IIMS di Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Selasa kemarin.

Henry menerangkan, secara posisi, kendaraan multi guna (Multi Purpose Vehicle/MPV) menengah itu bagi konsumen premium sedangkan Sienta lebih kepada menjawab kebutuhan masyarakat yang inginkan mobil stylish dan fungsional serta bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

“Sienta itu lebih tertuju kepada konsumen yang ceria, mereka menggunakannya di hari biasa atau hari libur,” imbuh Henry.

Kepala Divisi Pemasaran TAM Anton Jimmy juga mengutarakan pernyataan yang sama. Menurutnya, penempatan dan segmentasi antara NAV1 dengan Sienta berbeda.

“Jadi terus kita jual tidak dihentikan penjualannya. Karena di Jepang sendiri Sienta dan NAV1 dua produk dengan segmen berbeda,” tutur Anton di tempat yang sama.

Toyota NAV1 itu pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 2012 yang lalu dan hanya mendapati 1 kali penyegaran 2 tahun selanjutnya. Padahal, di negara kelahirannya, Jepang, sudah lahir generasi baru, namun tidak diboyong ke Indonesia.

Diamati dari sisi penjualan, berlandaskan data wholesales (pabrik ke dealer), sepanjang tahun 2015 telah terjual 577 unit, sedangkan pada 2 bulan pertama tahun ini, baru terjual 83 unit. Angka ini dianggap pihak TAM masih cukup bagus untuk segmen MPV menengah.