Tim Penolong Indonesia di Nepal Diminta Mandiri

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif meminta supaya tim penolong yang dikirim ke Nepal tidak menjadi beban pemerintah setempat. Tim harus mampu mandiri.

“Kita ke sana harus mandiri, tidak boleh membebani tuan rumah,” kata Syamsul saat pelepasan tim di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2015).

Tim akan 14 hari di Nepal. Tapi, itu tentatif: bisa diperpanjang sesuai kebutuhan dan situasi.

“Bantuan tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari lembaga sosial masyarakat yang peduli membantu,” tambahnya.

Untuk mendukung misi kemanusiaan ini, tim membawa 1 unit tenda pengungsi seberat 2 ton, 3 tenda posko, dan 3 genset seberat 0,6 ton.

Ini adalah tim pertama dari dua tim yang akan dikirim ke Nepal. Tim terdiri dari satuan reaksi cepat (RSC), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kemenlu, Kementerian Kesehatan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU).
REN

Sumber : metrotvnews.com