yandex
Bisnis

Tekuni Usaha Cireng, Tiga Pemuda Ini Raup Omzet 1 Milyar/Bulan

Kini, bisnis kuliner di Indonesia semakin menjamur. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh 3 orang pemuda, yakni Najib Wahab, Catur Gunandi, dan Dimas Aritejo yang sukses menggeluti usaha jajanan khas dalam negeri, cireng dan cilok dengan mengusung brand Cireng Salju.

Usaha cireng salju ini mulai dirintis oleh ketiga pemuda ini sejak tahun 2011 lalu. Saat itu mereka berpikir keras agar mampu mengembangkan jajanan khas Indonesia yang tidak hanya memberikan kenikmatan tersendiri untuk konsumennya, melainkan bisa menjadi ikon kebanggaan masyarakat di Tanah Air.

Untuk mencapai harapan tersebut, Dimas, Catur, dan Najib memutuskan untuk memproduksi cireng yang disajikan dengan tampilan yang lebih berbeda dan menarik dari pesaingnya. Di awal usahanya tersebut, ketika pemuda ini hanya mengeluarkan modal Rp 100 ribu. Kemudian di tahun 2014, ketiga pemuda tersebut mendapatkan tambahan modal sebesar Rp 100 juta yang dipergunakan untuk mengembangkan branding, strategi pemasaran, dan kemasannya.

Cireng Salju memproduksi dua pilihan produk, yaitu cireng dan cilok. Kedua produk makanan ini diolah dengan menggunakan bahan-bahan pilihan dengan mengutamakan kualitas dan kenikmatan rasa yang dihasilkan.

Untuk cirengnya sendiri, Dimas, Catur, dan Najib mengutamakan kerenyahan dan teksturnya yang lembut di bagian dalamnya. Walaupun penyimpanannya di dalam freezer, tapinya kesegaran cireng ini saat digoreng tetap enak dan renyah. Apalagi jika disantap dengan sambal rujak yang menggabungkan cita rasa pedas dan asam manis yang begitu menggugah selera.

cireng-salju

Sementara untuk produk ciloknya, dipilih daging sapi pilihan yang berkualitas. Tak seperti cilok lainnya yang menggunakan daging cincang, Cilok Salju diproduksi dengan menggunakan daging sapi merah sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan empuk.

Setelah mengalami perkembangan, usaha Cireng Salju ini kembali menambah jenis produknya, tepatnya pada tahunn 2016, yakni Cuanki Salju yang telah diperkenalkan pada Februari 2016 lalu. Untuk harganya sendiri, beragam jenis camilan sehat ini dibanderol dengan harga yang bersahabat, sehingga bisa dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat.

Harga Cireng Salju yang dipatok adalah Rp 20 ribu per kemasannya. Sementara untuk ciloknya, dibanderol dengan harga Rp 13 ribu dan Cuanki saljunya dijual seharga Rp 15 ribu per kemasannya. Dengan mengusung kemasan yang menarik dan premium, camilan sehat ini sangat cocok bagi anda yang suka ngemil apalagi bisa didapat dengan harga yang bersahabat.

Kini, Cireng Salju yang bernaung dibawah PT Bonju Indonesia Mas itu mampu meraup omzet sebesar 1 miliar per bulannya seiring dengan semakin berkembangnya usaha cireng tersebut. Bisnis ini semakin berkembang sejak ketika pemuda ini menerapkan strategi pemasaran melalui kerja sama dengan sejumlah distributor dan reseller yang semakin bermunculan di Indonesia. Strategi tersebut telah dijalankan sejak tahun 2014, jadi tak heran jika omzet yang dihasilkan menembus angka sebesar itu.

Konsep pemasaran inilah yang menjadikan Cireng Salju semakin dikenal sebagai jajanan lokal yang memiliki kualitas Internasional. Awalnya, Cireng salju hanya memiliki puluhan reseller, namun kini sudah ada ribuan mitra yang bekerja sama untuk menjajakan produk ini. Bahkan, beberapa distributornya sudah ada yang mampu meraup omzet hingga mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.

Saat ini, dengan strategi pemasaran yang semakin berkembang, Cireng Salju sudah mampu menjangkau pasar luar negeri, seperti Thailand, Mesir, Australia, Malaysia, Belanda, Qatar, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button