Tahun Ini Rusia Akan Luncurkan Satelit Tundra
Peluncuran Satelit

Untuk menggantikan satelit yang sebelumnya, Satelit Oko yang telah berusia lebih dari lima tahun mengudara di angkasa, Rusia akan menggantikan satelit yang berfungsi untuk mendeteksi rudal balistik pada Juni 2015.

Peluncuran satelit Tundra ini sebenarnya pernah ditunda selama dua tahun sejak tahun 2013, dan rencana akan diluncurkan pada bulan Juni 2015. Satelit Tundra ini dirancang untuk melacak rudal taktis dan balistis yang diluncurkan ke negara rusia. Sekaligus satelit ini akan menggantikan satelit oko (eye) yang sudah berusiha tua. Satelit Oko telah banyak mengalami masalah teknis dan dua satelit dikabarkan juga mengalami penurunan kemampuan, dimana hanya mampu beroperasi selama beberapa jam saja sehari.

Kehilangan satelit geostasioner menjadikan sistem peringatan dini Rusia berada dalam risiko dalam menghadapi peluncuran rudal balistik. Sumber di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa hilangnya kemampuan tersebut masih dapat dikompensasi oleh sistem radar di darat yang terletak di beberapa wilayah Rusia, seperti, Kaliningrad, Leningrad, Irkutsk, dan Krasnodar.

Namun, pihak militer Rusia tidak mengonfirmasi seberapa efektif radar-radar darat tersebut dalam melacak peluncuran rudal balistik.

Pada bulan September tahun 2014 lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyinggung soal sistem satelit Tundra (Unified Space System Tundra) sebagai kunci utama dari pencegahan terhadap nuklir. Penundaan peluncuran Tundra yang telah terjadi beberapa kali ini dapat membuat malu pemerintah Rusia yang telah berjanji untuk meningkatkan pertahanan dan industri high-tech di Rusia. Demikian seperti dilansir dari artileri.org.