Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengutarakan bahwa dirinya menilai pada saat ini ialah waktu yang tepat buat menerapkan moratorium terhadap penerbitan izin lahan pertambangan.

Menurut dia, inilah saat yang tepat tuk dilakukan karena kini harga komoditas tengah anjlok sehingga membuat sektor pertambangan kurang diminati.

Penilaian saya tuk situasi sekarang ini memungkinkan buat melakukan itu, toh komoditi tambang kini tengah sangat tertekan. Ini waktu yang tepat untuk konsolidasi kita bangun sama-sama,” ujar Sudirman saat ditemui usai menyaksikan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual-Beli Gas (PJBG) antara PT PLN (Persero) dan BP Berau Ltd di Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jakarta.

Pada dasarnya, Sudirman, mengutarakan bahwa tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan moratorium penerbitan izin lahan tambang dan tidak menerbitkan izin baru adalah lantaran banyaknya kasus lingkungan yang terjadi akibat kegiatan pertambangan.

“Tentunya kita terus akan mengikuti arahan Presiden. Tapinya kita belum bahas detil. Kalau dari sisi lingkungan memang ada kasus-kasus lingkungan tidak di-recover dengan baik. Karena itu Presiden punya satu call sebaiknya tidak memberikan izin baru,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dengan adanya moratorium ini diharapkan tuk bisa mempermudah dan juga sekaligus akan memperkuat daya upaya konsolidasi tambang. Dengan demikian, dia memandang pertambangan diisi oleh pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan agar tak terjadi kasus-kasus seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

“Hingga enggak ada kejadian-kejadian seperti kemarin. Memang sekarang ini animo membuat tambang baru itu enggak terlalu besar,” tuntasnya.