Sutan Bhatoegana Didakwa Terima Hadiah USD140 Ribu

Jakarta: Mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana didakwa menerima hadiah atau janji sejumlah USD140 ribu. Duit itu diterima dari Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno.

“Terdakwa selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji berupa uang tunai sejumlah USD140 ribu. Padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji itu diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/4/2015).

Dody menerangkan, pemberian uang dilakukan agar Sutan selaku pemimpin rapat mengawal rapat kerja antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI. Dalam rapat itu bakal ditetapkan asumsi dasar migas APBN-P 2013, asumsi dasar subsidi listrik APBN-P 2013 dan pengantar pembahasan RKA-KL APBN-P 2013.

“Waryono Karno meminta terdakwa agar mengawal rapat kerja agar dapat ‘diatur’. Saat itu terdakwa menyanggupi dengan mengatakan, ‘Akan mengendalikan raker antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada tanggal 28 Mei 2013,” ungkap Dody.

Sebelum rapat berlangsung, Waryono menyiapkan sejumlah duit buat anggota Komisi VII. Belakangan terungkap, uang itu dimintakan dari mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Usai dierima, Waryono menyuruh anak buahnya bernama Didi Dwi Sutrisnohadi, Ego Syarial, dan Asep Permana membuka dan menghitung uang pecahan dollar yang diberikan Rudi. Sementara Waryono Karno, kata Dody, membagi-bagi uang itu.

“Waryono Karno menulis pada papan tulis kertas yang berada di ruang rapat mengenai rincian perhitungan uang yang akan diserahkan ke Komisi VII DPR RI,” kata Dody.

Empat pimpinan Komisi VII masing masing mendapat USD7.500, 43 anggota Komisi VII masing masing USD2500, dan Sekretariat Komisi VII mendapat USD2500.

Usai dihitung dan dibagikan, uang diberikan pada Sutan melalui staf Sutan, Iryanto Muchyi. Oleh Iryanto, uang tak langsung diberikan ke Sutan, tapi diserahkan pada staf Sutan yang lain, Iqbal.

“Pada saat itu Iryanto Muchyi menelepon terdakwa dengan mengatakan ‘Pak Sutan sudah saya kasih ke Iqbal’. Dijawab oleh terdakwa ‘O… iya,” kata Dody.

Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsider Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf b, lebih subsider lagi Pasal 11.

Sutan dan kuasa hukumnya keberatan atas dakwaan jaksa itu. Keduanya bakal mengajukan nota keberatan atau eksepsi yang bakal dibacakan Senin, 20 April mendatang. “Tentu saja keberatan,” kata Sutan dalam sidang.
DOR

Sumber : metrotvnews.com