73 / 100 SEO Score

Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memantik atensi budayawan Sudjiwo Tedjo.

Budayawan Sudjiwo Tedjo menyoroti pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Minggu (13/10). Ia pun menyambut baik pertemuan dua elite politik itu, terlebih saat keduanya mengaku sama-sama mencintai Tanah Air meski sering berbeda pendapat.

Sudjiwo Tedjo melalui jejaring sosial pribadinya, menanggapi artikel tentang pertemuan Prabowo dan Surya Paloh.

“Wah…saya ikut senang Mas Surya Paloh, Mas Prabowo pemimpin-pemimpin partai lain teryata satu,” cuit Sudjiwo Tedjo, Senin (14/10/2019)

Melihat kekompakan antara Surya Paloh dan Prabowo itu, Sudjiwo Tedjo mengatakan seharusnya tidak perlu diadakan Pemilihan Umum (Pemilu). Pasalnya, kegiatan itu diketahui menghabiskan banyak uang.

Penulis buku Tuhan Maha Asyik itu lantas melontarkan pertanyaan kepada warganet, supaya selanjutnya tidak ada Pemilu lantaran para calon pemimpin sudah bersatu.

“Tahu gitu kemarin-kemarin ndak usah bikin Pemilu, yang kabarnya habis trilyunan. Duitnya bisa dipakai buat kebutuhan lain,” kata Sudjiwo Tedjo.

“Jadi, 2024 dst gak usah Pemilu? Toh calon-calon pemimpin ternyata satu jua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Surya Paloh menyebut dirinya dan Prabowo Subianto mempunyai satu kesamaan pandangan dan pikiran tentang bangsa. Hal itu disampaikan Surya usai menjamu Prabowo di kediamannya, kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019).

“Saya dan Prabowo itu satu. Malam ini pun saya harus katakan, dengan segala kekurangan kami berdua, tekad kami, kami ingin negeri ini maju. Kami mau persahabatan yang pernah dan tetap ada pada diri kami ini merupakan modal besar untuk membangun kehidupan kebangsaan ini,” ujar Surya Paloh.

Dalam konferensi pers, Prabowo mengakui, walaupun kerap berseberangan pendapat, dia dan Surya Paloh sama-sama mencintai Tanah Air.

“Kami ini hubungan sudah lama bersahabat. Kadang-kadang juga berbeda. Kadang-kadang berseberangan, tetapi dalam suasana cinta Tanah Air, kami satu,” tutur Prabowo.

Prabowo mengungkapkan poin pertemuan antara dirinya bersama Surya Paloh, yakni membicarakan terkait persoalan bangsa.

Dia mengatakan, bersama Surya Paloh, dirinya sama-sama tidak ingin bangsa ini rusak.

“Sahabat saya lama dari kecil ini. Kadang-kadang berseberangan, tetapi dalam suasana cinta tanah air, kita satu. Tadi kami bahas, menemukan titik persamaan yang baik. Kami tidak ingin Indonesia rusak. Kami tidak ingin negara terpecah belah, dan bersepakat menjaga keutuhan dan kesatuan nasional,” ujar Prabowo Subianto.

Karena itu, Surya tidak mempermasalahkan jika nantinya Partai Gerindra bergabung dengan koalisi parpol yang mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lima tahun ke depan.

“Saya mana ada masalah. Kami yakin jika Pak Prabowo bergabung dengan koalisi pemerintahan, ini bersama-sama dengan tekad yang sama. Kalau memiliki keyakinan yang sama, apa yang menjadi masalah,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengaku pertemuannya dengan Paloh merupakan reuni dua sahabat lama. Ia mengatakan meski dirinya kadang bersebrangan sikap politik dengan Paloh, namun untuk tanah air mereka tetap satu.