Juventus Vs Intermilan 2017
Statistik Tunjukkan Bianconeri Bukanlah Tim Yang Selalu Diuntungkan Wasit 1
Juventus Vs Intermilan 2017

Radja Nainggolan, salah satu playmaker asal AS Roma ini mengeluarkan opininya mengenai kompetitor terbesarnya dalam menyabet titel juara Serie A musim ini, Juventus. Ia mengungkapkan antipatinya kepada La Vecchia Signora. Sewaktu ia membela Cagliari dulu, ia selalu berambisi untuk mengalahkan sang rival namun hasil yg diperoleh selalu hasil seri. Pernyataannya itu seolah menepis rumor tentang dirinya yang diisukan akan berlabuh di klub asal Turin.

Menurut Nainggolan, La Vecchia selalu menang lewat hadiah tendangan bebas atau tendangan dari titik putih. Pernyataan itu seolah tedengar kontroversial. Masalahnya, laga yang baru saja dijalani Juve pekan lalu kala menghadapi Tim Nerazzuri, skuat asuhan Massimiliano Allegri itu terlibat insiden kecil dimana Mauro icardi yang tersulut emosinya karena tim yang ia bela tidak dihadiahi tendangan penalti atas pelanggaran yang telah dilakukan oleh sang tuan rumah.

Pada laga Bianconeri kontra Nerazzurri, setidaknya ada dua kali kejadian dimana seharusnya Nerazzurri mendapatkan hadiah penalti. Tapinya, kedua kejadian tersebut tidak ditindak lanjuti oleh wasit. Pelatih Inter, Stefano Pioli pun sontak memberikan opininya terhadap pertandingan itu yang berisi bahwa anak asuhnya telah sukses bermain seimbang dengan raksasa Italia itu namun keberuntungan tidak berpihak pada skuatnya, dimana saat itu mereka kalah karena kesalahan yang tidak mereka buat.

Dengan pernyataan Nainggolan itu, tentu membuat skuat asuhan Allegri ini semakin dilanda kontroversi dalam usaha mereka untuk meraih titel juara keenam beruntun musim ini. Memang ada dua pertandingan dimana La Vecchia Signora meraih kemenangan melalui bola mati. Pada laga kontra Atalanta, penalti Miralem Pjanic sukses membawa Nyonya Tua unggul 3-1. Lalu, eksekusi titik putih Dybala ke gawang Udinese pun membalikkan hasil akhir laga menjadi 2-1.

Tapinya, jika meninjau data penilaian keseluruhan, apa yang dikatakan Nainggolan tersebut cenderung merupakan senjata makan tuan. Lantaran, dari semua tim di Serie A, malah I Lupi lah yang sering dihadiahi tendangan titik putih. Total, sembilan penalti sudah dieksekusi oleh Roma. Yang paling tak terlupakan mungkin adalah penalti Totti ke gawang Sampdoria yang sukses membalikkan keadaan menjadi 3-2. Atau penalti Diego Perotti pada laga kontra Pescara yang memperjauh keunggulan mereka.

Tentu, dengan sembilan penalti yang mereka dapatkan, tentu I Lupi jauh berada diatas La Vecchia Signora. Namun jika meninjau gol-gol dari situasi bola mati lainnya. Justru Lazio menjadi tim yang kerap mencetak gol dari situasi ini dengan 12 gol. Skuat asuhan Allegri sendiri berada di urutan kedua dengan torehan 11 gol, seimbang dengan torehan Atalanta. Dibandingkan dengan masalah penalti, tentang bola mati ini lebih masuk akal berdasarkan yang disampaikan oleh Nainggolan.

Dengan kembali mencuatnya rumor La Vecchia Signora dan hadiah bola mati ini, tentu wasit yang akan memimpin laga atas sang juara bertahan akan menjadi tekanan berat. Disokong dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Nainggolan serta keberatan dari Pioli, para wasit pun kini harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama pada laga yang melibatkan Juventus.

Highlights Juventus Vs Intermilan (Termasuk Insiden Dugaan Pelanggaran yang Tidak di Gubris Oleh Wasit)

https://www.youtube.com/watch?v=Iikz4u34RSw