yandex
Bisnis

Sosis Bakar Sumo Tawarkan Kemitraan Dengan 3 Pilihan Paket Investasi

Saat ini, salah satu jenis usaha yang tengah menjamur di Indonesia adalah bisnis sosis bakar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Zuhartin dan Poetri Erwanda Septiyanti yang sukses menggeluti usaha kuliner tersebut dengan mengusung nama Sosis Bakar Sumo.

Usaha sosis bakar yang ditekuni pasangan suami istri ini dirintis sejak September 2014. Hanya dengan mengandalkan modal sebesar Rp 3 juta, modal tersebut digunakannya untuk membeli perlengkapan usaha dan bahan dasar pembuatannya.

Untuk menghasilkan cita rasa sosis bakar yang disukai oleh masyarakat, Zuhartin dan Poetri Erwanda Septianti gencar melakukan beragam percobaan rasa dengan merek sosis yang berbeda. Setelah mendapatkan cita rasa yang enak, mereka pun memulai usaha tersebut dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai tempat usaha.

Meskipun sangat sederhana, tapinya respon dari masyarakat terhadap sosis bakar yang dibuat mereka begitu luar biasa. Di hari pertama usahanya tersebut, Sosis Bakar Sumo mampu menghasilkan omzet yang besarnya mencapai Rp 1 juta.

Salah satu keunggulan dari usaha Sosis Bakar Sumo ini terdapat pada rasa dan ukuran sosisnya yang besar, sehingga dapat membedakannya dari usaha sejenis. Tidak hanya miliki rasa daging yang nikmat, tersedia beragam varian rasa sosis yang menggiurkan, seperti keju, lada hitam, original, ayam, sampai Barbeque.

Sementara untuk ukurannya sendiri, ada 5 jenis ukuran sosis bakar yang ditawarkan, yakni small, medium, large, extra large, dan double extra large dengan masing-masing harga jual sebesar Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, dan Rp 20 ribu. “Sosis bakar yang kami jual memiliki 5 ukuran dan yang paling besarnya adalah double XL yang panjangnya mencapai 30 cm,” tutur Poetri.

Poetri juga mengungkapkan bahwa kenikmatan rasa Sosis Bakar Sumo juga dihasilkan karena proses pembakarannya yang berbeda dengan usaha sejenis, yakni 1 sampai 3 menit. Meski saat ini sudah banyak pelaku usaha sosis bakar sejenis, tapi dengan rasa dan kualitas yang berbeda, Sosis Bakar Sumo menjadi pilihan yang paling banyak diminati.

Per harinya, Poetri mengaku usaha sosis bakar ini mampu menghasilkan omzet yang besarnya sekitar Rp 800 ribu dan perolehan tersebut bisa mengalami peningkatan pada hari libur dan akhir pekan. Banyaknya permintaan kerjasama dari berbagai pihak menjadikan Poetri dan Zuhartin memutuskan untuk menerapkan sistem kerja sama kemitraan, dua bulan setelah usahanya mulai dirintis.

Dalam hal ini, ada 3 paket kemitraan yang ditawarkan Sosis Bakar Sumo, yakni paket Istimewa sebesar Rp 4,5 juta, pakethemat Rp 3,1 juta, dan juga paket super irit dengan besar investasi Rp 2,6 juta. Dari ketiga paket investasi tersebut, setiap mitranya akan mendapatkan bahan baku awal dan perlenkapan usaha sehingga bisa menjalankan usahanya tersebut secara langsung.

Perbedaan dari ketiga paket investasi tersebut adalah beberapa jenis peralatannya, seperti kompor, payung, sampai cooker box. Dalam franchise sosis bakar ini, pasangan suami istri ini tidak memberlakukan adanya royalty fee selama 10 tahun kontrak yang dijalin.

Namun, untuk mempertahankan kualitas rasa dari sosis bakar yang dihasilkan, setiap mitranya diwajibkan untuk membeli bahan bakunya dari pihak pusat. Selain itu, bagi mitranya yang berada di sekitaran Jakarta tidak diberlakukan minimal pembelian, tapinya untuk di luar Jakarta, dianjurkan untuk membelinya dengan minimal pemesanan Rp 500 ribu.

Dengan semakin meningkatnya permintaan Sosis Bakar Sumo, Poetri mengasumsikan jika setiap mitranya mampu balik modal selama 2 hingga 3 bulan. Bahkan ada beberapa mitra di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah yang bisa mencapai balik modal kurang dari 1 bulan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button