Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Tulungagung Jawa Timur terpaksa mengeluarkan salah satu siswinya lantaran foto bugil yang dia berikan kepada pasarnya menyebar luas. Sebut saja Tif (15) yang menjadi korban penyebaran foto setengah bugil tersebut. Kejadian ini akhirnya harus dilarikan ke pihak polisi terkait penyebaran nama baik.

Pada hari senin (10/11), Tif (15) yang didampingi orangtuanya berada di Kantor Polsek Kalidawir untuk menjalani proses mediasi dengan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara itu. Sementara itu, pacarnya yang berinisial Ek (15) membantah atas tuduhan tersebut, dia mengatakan kalau bukan dia yang menyebarkan foto setengah bugil tersebut, melainkan teman dia yang berinisial Bgs.

“Bgs ini yang sempat berkomunikasi via Blackberry Messenger (BBM) dengan Tif dengan mengaku bahwa dirinya adalah Ek,” ujar Nanan salah satu saksi mediasi.

Seperti dilansir dari kompas.com (12/11), Kepala Polsek Kalidawir AKP Tohir menyatakan bahwa kasus ini harus mengedepankan upaya mediasi, lantaran yang terlibat kasus pornografi ini masih anak-anak dimana secara hukum masih di bawah umur. Proses mediasi ini juga dihadiri oleh kepala sekolah Tif. Siswi MTs Negeri Tulungagung kelas X semester akhir ini akhirnya dikeluarkan dari sekolahnya.

Orangtua Tif tidak tau menau sebelumnya kalau anaknya punya masalah seperti ini, orangtuanya hanya mengetahui bahwa anaknya tidak masuk sekolah beberapa hari. Dan baru tahu setelah dipanggil oleh guru BP untuk datang ke sekolahnya Tif. Dari situlah Kholifah mengetahui bahwa foto anaknya yang setengah bugil tersebar di media sosial dari ponsel ke ponsel di sekolahan. Pihak sekolah pun memberikan pilihan anaknya mengundurkan diri atau dipindah sekolah. Akhirnya Kholifah memilih untuk menandatangani surat pengunduran diri.

Namun, kedua pilihan itu dirasa berat oleh Tif. Ia mengaku masih ingin merampungkan pendidikannya yang tinggal menyisakan lima bulan lagi. “Saya sudah sempat pindah sekolah ke pesantren tiga hari, tapi di tempat baru ini ada adik Ek (mantan pacar Tif) dan katanya foto saya juga sudah tersebar di sana. Saya jadi tidak berani sekolah,” kata Tif.

Tif berharap bisa sekolah lagi. Ia menyesal pernah mengirimkan fotonya kepada Ek sehingga kemudian menyebar di media sosial. “Saya akan minta pertanggungjawaban penyebar foto agar saya bisa sekolah lagi,” kata Tif.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala MTS Negeri Tunggangri, Drs Kahfi, menyatakan bahwa dikeluarkannya Tif karena dianggap sudah melanggar aturan di sekolah. “Sudah sesuai prosedur, orangtua siswa juga sudah sepakat untuk memindahkan anaknya dan mengundurkan diri dari sekolah ini,” ujar Kahfi.

Kahfi juga membantah dikeluarkannya siswa tersebut merupakan paksaan dari guru BP.