Sinergi Sosialisasi & Kesepahaman Lindung Nilai Diperlukan

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan perlu sosialisasi untuk mengenalkan lindung nilai (hedging) bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Selain itu, juga diperlukan kesepahaman antar stakeholder yang terkait.

“Hal ini (hedging) mesti kita sosialisasikan dan yang utama adanya kesepahaman antara pelaku, regulator, auditor dan penegak hukum‎,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).

Dia menambahkan, perlu beberapa kali sosialisasi agar seluruh pihak yang berkepentingan paham dan bisa melaksanakan upaya lindung nilai dengan baik. Agar nantinya tidak ada moral hazard atau niat tak taat azaz yang dilakukan.

“‎Artinya, kalau ada upaya untuk lindung nilai itu bisa kemudian dilakukan dengan tidak menerapkan manajemen risiko yang baik, dan akhirnya kemudian menjadi satu transaksi lindung nilai yang sifatnya spekulatif dan itu bisa menjadikan sesuatu biaya yang tidak perlu terjadi,” terang dia.

Menurut Agus, kesepahaman lindung nilai antara regulator dengan pelaku ekonomi diperlukan agar regulator, penegak hukum dan auditor juga diperlukan. “Sehingga transaksi lindung nilai bisa dijalankan dengan akuntabel, konsekuen, dan konsisten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di Indonesia lindung nilai merupakan konsep yang relatif baru. Sejak krisis ekonomi 1998, risiko jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membawa kondisi yang sangat buruk bagi perusahaan di Indonesia.
AHL

Sumber : metrotvnews.com