Seharusnya pengkategorian Surat Izin Mengemudi (SIM) C terbaru sudah diberlakukan mulai April 2016. Tapinya, karena urusan izin ke pemerintah pusat masih menggantung, jadi terpaksa ditunda.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono mengutarakan bahwa, pihaknya masih menunggu ketentuan dari pemerintah pusat, sebab ada beberapa aturan yang harus diperbaiki dan dipelajari ulang.

“Sekarang kita sedang menunggu revisi semuanya. Targetnya paling lambat mulai diberlakukan tahun depan,” tutur Condro menjawab pertanyaan di sela-sela acara kunjungan di Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Kamis kemarin.

“Dari peraturan yang sudah dibuat ternyata ada yang tidak sesuai. Tapinya, ia tidak bisa menjelaskan detail, karena sifatnya cukup rahasia. .Mudah-mudahan bisa cepat, tetapi targetnya memang menjadi tahun depan,” ucap Condro.

Nantinya, jikalau sudah berlaku SIM C akan digolongkan menjadi tiga kategori yakni SIM C, C1, dan C2. SIM C itu sendiri sudah menjadi dasar atau untuk pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin maksimal 250 cc, C1 motor di atas 250 cc, dan C2 di atas 500 cc.

Tapinya, untuk mendapatkan sebuah SIM C1 dan C2, pengguna motor wajib memiliki SIM C terlebih dahulu. Lantaran, SIM C itu sifatnya sebagai dasar. Setelah itu, bikers akan coba melewati tahap ujian yang berdasarkan kapasitas motor miliknya.