Belum lama ini heboh dengan foto spanduk Indosat Ooredoo yang isinya menyindir biaya milik operator lain, yaitu “Telkomsel”. Operator telekomunikasi pelat merah itu pun bersuara.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengutarakan bahwa persaingan bisnis adalah hal yang biasa, malahan bisa membuat industri lebih sehat. Tapinya persaingan tersebut seharusnya bisa dijaga agar tetap saling menghargai dan tidak merugikan masyarakat.

“Sebagai operator telekomunikasi yang beroperasi hingga pedalaman, perbatasan dan pulau terluar Indonesia, dalam melakoni bisnisnya Telkomsel selalu berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan patuh pada ketentuan yang berlaku,” ucap Adita.

“Tapinya selain itu dalam berkomunikasi kepada keramaian kami juga selalu berpegang pada norma dan etika serta menghormati pihak lain,” tuturnya.

Adita pun membantah jikalau biaya layanan Telkomsel disebut mahal. Alasannya, Telkomsel sudah memberikan banyak opsi pada pelanggan, sesuai dengan keperluan komunikasinya.

Tapinya perusahaan pun selalu berupaya terbuka dalam hal penarikan tarif. Informasi harga selalu diberikan sebelum pelanggan membeli paket, biaya pemakaian pun langsung diinformasikan setelah pelanggan selesai menelepon.

“Terpaut tarif layanan, pelanggan prabayar dapat memilih paket yang dipinginkan sesuai keperluan komunikasinya. Saat ini kami memiliki paket TalkMania dan JagoanSerbu yang bertahun-tahun terbukti diminati pelanggan simPATI serta Kartu As,” ucap Adita.

“Pelanggan pun setiap saat bisa mengecek biaya penggunaannya. Tapinya soal layanan data, kami juga memberi paket sesuai kebutuhan pelanggan. Informasi harga paket juga disampaikan sebelum transaksi pembelian,” tambahnya.

Spanduk sindiran

Waktu lalu, Foto-foto spanduk promosi Indosat ramai menjadi “buah bibir” di media sosial sejak hari Kamis lalu. Alasannya, dalam foto tersebut, operator yang identik dengan warna kuning ini terang-terangan menyindir tarif telepon operator seluler lain, yaitu Telkomsel.

Dalam gambar tersebut tampak “sindiran” pada salah satu kolong layar berkata, “Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik, Telkomsel? Gak mungkin.” Lalu ada juga kolong layar lainnya berisi kata, “Saya sudah buktikan nelpon ke Telkomsel Rp 1/detik.”

Persaingan antar-operator seluler saat ini memang sedang booming-boomingnya. Hal itu masih ditambah dengan kerasnya perbincangan skema “penurunan tarif” interkoneksi yang sedang diasah bersama Kemenkominfo.