Sering berhubungan seks bersama pasangan Anda memanglah menyenangkan dan bermanfaat tuk meningkatkan hubungan. Tapinya sadarkah Anda bahwa itu juga bermanfaat untuk kesehatan Anda?

Tak hanya buat meredakan stres, kerapkali melakukan hubungan seks pun bisa membantu merevitalisasi sistem kekebalan tubuh serta melindungi prostat. Berikut ini ialah sebagai penjelasannya

– Tuk menurunkan stres

Para peneliti menemukan tuk para pria dan wanita yang telah melakukan hubungan di dalam jangka waktu dua minggu sebelum hari yang membuat stres lebih mudah saat tampil di depan umum. Satu teori mengatakan ini terjadi karena seks membutuhkan aktivitas otak yang lebih kompleks.

– Merevitalisasi sistem kekebalan tubuh

Di tahun 2004 yang lalu, ilmuwan Jerman telah memanifestasikan penemuan seusai melihat tes darah yang mengunjukkan bahwa gairah dan orgasme pada pria meningkatkan kadar sel darah putih untuk melawan patogen tertentu.

Dampaknya itu pun setaraf dengan aktivitas penghilang stres yang lainnya, semisal olahraga dan mendengar musik, yang juga bisa meningkatkan sekresi protein tertentu yang bisa pertahankan tubuh terhadap infeksi.

– Mencegah kekeringan menopause

Para ilmuwan di New Jersey telah mengutarakan bahwa wanita menopause yang sebelum menopause biasanya berhubungan seks lebih dari 10 kali di dalam setahun miliki bukti atrofi vagina (lapisan Miss V kering atau menipis) yang kurang daripada mereka yang telah melaporkan jarang berhubungan seks.

Tuk gairah seks itu sendiri telah membawa darah ke vagina, yang memberi nutrisi dan oksigen. Seringkali mempergunakan bagian tubuh Anda akan membantu mencegah jaringan menipis dan kurang elastis seiring pertambahan usia, sehingga hubungan seksual dapat tetap nyaman serta menyenangkan.

– Lindungi prostat

Sebuah penelitian ditahun 2003 yang lalu, pada pria paruh baya di Australia telah menemukan bahwa mereka yang rata-rata berejakulasi empat kali seminggu memiliki kesempatan sepertiga lebih rendah terkena kanker prostat daripada mereka yang lebih sedikit dari pada itu.

“Saat Anda menguras pipa, karena itu, Anda miliki lebih sedikit penyumbatan,” tutur Irwin Goldstein, MD, kepala pengobatan seksual di Alvarado Hospital. Meskipun hasil penelitian yang jelas, alasan mereka terjadi tidak, kata Goldstein, yang menyerukan penelitian lebih lanjut.