Rudy Keltjes memahami pertimbangan Fachri Husaini yang tidak menerima tawaran PSSI untuk kembali menukangi Timnas Merah Putih U19. Sebelumnya, Husaini pun telah mengambil langkah untuk tidak ingin berurusan lagi dengan sepak bola nasional.

Pelatih berusia 50 tahun itu mengaku jika dirinya begitu kecewa dengan sepakbola di Tanah Air. Sebab, saat ia menukangi Timnas Indonesia U19 dan U16, terjadi kekacauan diantara Kemenpora dan PSSI yang berakibat terhadap dijatuhkannya hukuman FIFA, sehingga kinerja yang diberikan Husaini untuk timnas terhenti.

“Saya maklum jika Fachri Husaini kecewa lantaran telah mengokohkan timnya hingga bagus, tapi secara mendadak dihentikan begitu saja. Pastinya saya juga akan kecewa jika diperhadapkan pada kondisi itu. Dia adalah seorang pelatih yang memiliki sikap dan dia juga menerima semua masukan dari orang lain,” ungkap Rudy Keltjes.

Belakangan ini, Fachri Husaini sendiri pun mengakui dan menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi sepak bola di Indonesia yang semakin semrawut. Bahkan, pria kelahiran 27 Juli 1965 itu memutuskan enggan berurusan di dunia sepakbola.

“Saat saya ingin membawa nama baik bangsa sebagai pelatih Timnas Indonesia, tiba-tiba dibubarkan begitu saja akibat kekacauan yang terjadi. Saya tidak mampu untuk membohongi diri sendiri. Saya kecewa dengan kondisi sepak bola sekarang ini. Saya dan pemain lainnya menjadi korban,” tegas Fachri Husaini.