Bisnis online memang tengah digandrungi oleh sebagian besar masyarakat. Pasalnya, bisnis rumahan ini menawarkan peluang usaha yang menjajikan. Salah satunya seperti yang dilakukan Muhamad Iman Usman dan Adamas Belva Syah Devara yang mejalankan usaha layanan pendidikan melalui sistem online.

Berawal dari kecintaannya pada dunia akademik, pria yang akrab disapa Iman ini merilis situs ruangguru dengan startup pendidikan dengan mengandalkan teknologi yang semakin berkembang ini. fasilitas pendidikan yang tersedia didalamnya meliputi guru privat, try out online, tes online, sampai konsultasi pembelajaran secara online.

Dari situs online ini, masyarakat juga bisa menggunakan jasa guru privat yang bisa dipilih dan dipanggil sesesuai dengan tempat tinggal anda. Sejauh ini, sudah ada 45.000 guru yang terlibat didalamnya dan mereka berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat yang ingin menggunakan layanan pembelajaran melalui bisnis online ini bisa memilih sendiri guru privat sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Untuk biayanya sangat beragam, tapi biasanya dipatok tidak melebihi Rp 100.000 setiap jamnya.

Melalui situs ruangguru ini, para siswa dan siswi bisa latihan soal yang berhubungan pelajaran yang mereka terima di sekolah setiap harinya. Menariknya lagi, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Kementrian Pendidikan guna menyediakan bahan pembelajaran yang sesuai untuk siswa-siswi di Indonesia.

Lebih dari itu, para orang tua murid juga bisa menentukan guru privat untuk didatangkan ke rumah. Latar pendidikan para guru yang tergabung didalamnya berasal dari sejumlah universitas ternama di Indonesia sampai luar negeri.

Kedua pria ini mulai merintis bisnis onlinenya dengan modal yang cukup besar, yakni mencapai ratusan juta. Dalam menjalani bisnisnya itu, Iman mengaku jika saat ini ia dan rekannya sedang memfokuskan diri untuk lebih mengembangkan startup pendidikannya itu.

Sistem bisnis yang digunakan dari usaha ini adalah bagi hasil dengan para guru privat yang tergabung didalamnya, yakni 20 persen untuk pemilik dan 80 persen untuk setiap guru yang menyediakan waktunya untuk memberikan pembelajaran kepada siswa siswi di Indonesia.

Iman juga menyebutkan bahwa ada beberapa guru privat yang mampu meraih penghasilan sebesar Rp 10 juta setiap bulannya dengan sistem mengajar paruh waktu. “Kita menggunakan sistem bagi hasil untuk setiap guru privat yang mengajar. Misalnya, ada yang mengambil paket 10 jam dengan pendapatan Rp 1 juta. Jadi kami ambil 20 persennya (Rp 200.000) dan sisanya (Rp 800.000) diberikan untuk guru privatenya sendiri. Kalau guru yang sudah dikenal masyarakat, ia bisa mengantongi Rp 10 juta,” jelas Iman.

Bisnis online yang dirintis oleh kedua pemuda Indonesia ini sudah berlangsung selama 2 tahun dan saat ini mereka memperoleh suntikan dana dari investor asing. Bahkan, sejauh ini sudah ada dua pendanaan ekternal dari Venturra Capital dan East Ventures sejak tahun 2015 lalu.

Beragam kemudahan yang diberikan di dalam bisnis online milik Iman dan Adamas ini menjadikan keduanya mendapat kesempatan untuk melakukan pembinaan di kantor pusat Google di mountain View, California, Amerika Serikat selama dua pekan.

Pembinaan ini bertujuan untuk membantu keduanya dalam mengembangkan startup ke aplikasi kelas dunia yang lebih berkualitas. Bahkan Iman dan Adamas juga memperoleh tambahan pendanaan dari Google sejumlah US$ 50.000 serta mendapatkan mentoring selama 6 bulan demi kelancaran bisnis online yang dirintisnya itu.

Iman sendiri mengharapkan agar bisnis online yang ditekuninya bisa kian berkembangan dan mampu memberikan dampak positif untuk seluruh anak-anak di Indonesia selama menjalani masa pendidikannya.