Rider Indonesia, Rio Haryanto, disaat mengawali kualifikasi pertamanya di ajang Formula One (F1) dengan tidak mulus. Hal itu terjadi pun dikarenakan pada kualifikasi pertama dirinya harus berada di posisi 21. Tak berhenti di situ, pembalap kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu pun harus memulai balapan esok hari dari posisi paling buncit.

Rio terpaksa nantinya memulai balapan dari posisi paling buncit setelah terlibat insiden dengan pembalap Haas, Romain Grosjean di sesi latihan. Saat itu Rio yang hendak keluar garasi tidak sengaja bersenggolan dengan mobil Grosjean.

Yang berakibat Rio Haryanto harus mendapati hukuman. Hukuman pertama itu berupa pengurangan posisi sebanyak tiga tempat. Itu sudah dialami Rio Haryanto yang awalnya berada di posisi 21 tapinya harus memulai balapan dari posisi 22.

Selain dipaksa mundur ke posisi paling buncit, dirinya pun mendapati sanksi dua poin yang terus diakumulasi pada menjelang akhir musim. Para awak media mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Rio Haryanto serta menanyakan pendapatnya mengenai hukuman tersebut.

Rio Haryanto pada kesempatan itu mengutarakan bahwa keputusan itu sudah terjadi dan semuanya adalah hak dari FIA. Tapinya, ia menilai hukumannya itu terlalu berat karena harus mendapati dua hukuman.

“Ya itulah keputusan FIA yang berhak menentukan. Tapinya saya merasa itu sedikit berat,” tutur Rio Haryanto.