Kelompok “ISIS” lagi-lagi melantaskan aksinya. Pada kali ini serangan mereka akan tertuju ke arah Kafe Al Furat di Balad, 50 mil sebelah utara dari kota Baghdad, Irak.

Dampak dari serangan tersebut, 14 orang yang merupakan penggemar Real Madrid meninggal di tempat. Mereka ditembaki dengan senjata AK-47 dan pada peristiwa kelam itu telah dilandasi karena ISIS menganggap permainan sepak bola sebagai kegiatan anti Islam.

Gerombolan “ISIS” datang ke kafe, dan dipersenjatai dengan AK-47, menembak dengan secara acak pada semua orang yang berada di dalam kafe tersebut. Mereka (ISIS) tidak suka dengan permainan sepak bola, mereka pikir itu adalah anti Muslim. Ini adalah tragedi yang sangat mengerikan,” ujar Presiden fans klub Real Madrid di Baghdad, Ziad Subhan.

Madrid sendiri sudah mengetahui berita ini. Sebagai bentuk berdukacitanya, para pemain dari kelompok Los Blancos akan mengenakan ban hitam di lengan saat menghadapi laga krusial melawan Deportivo La Coruna, pada hari Sabtu kemarin.

“Real Madrid amat menyesalkan serangan tragis yang menimpa di “Irak”. Para pemain akan menggunakan ban hitam di pergelangan tangannya dan itu sebagai simbol berdukanya terhadap para korban,” catatan dengan pernyataan resmi Madrid.

Sepak bola dan olahraga jadi ruang untuk selalu berbarengan. Hari ini, Madridismo “pendukung Madrid” di seluruh dunia turut berdukacita untuk mereka. Kejadian ini tak pernah kami lupakan.