yandex
Bisnis

Raup Omzet 40 Juta/Hari Dari Bisnis Makaroni Ngehe

Kini, masyarakat di Indonesia semakin menyadari betapa pentingnya berwirausaha. Seperti halnya Ali Muharam yang menekuni usaha kuliner dengan menggunakan bahan dasar makaroni. Dari bisnis makaroni ini, per harinya Ali mendapat besarnya omzet senilai Rp 40 jutaan.

Ide bisnis makaroni yang mengusung nama ‘Makaroni Ngehe’ ini didapat Ali dari kebiasaan sang ibu yang selalu membuat makaroni di hari Idul Fitri. Seringnya Ali ngemil makaroni buatan sang bunda menjadikannya tertarik untuk mencoba menggeluti usaha dari makaroni ini.

Dalam menekuni bisnis tersebut, rupanya Ali sering mengalami kesulitan. Apalagi di awal usahanya, Ali terkendala dengan modalnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk meminjam modal usaha kepada rekannya yang pada saat itu sebesar Rp 15 sampai 20 jutaan.

Di awal usahanya, Ali mengaku bisnis makaroninya itu mendapat respon unik yang beragam. “Banyak masyarakat yang berhenti di depan gerainya hanya untuk ‘numpang foto’ saja di latar belakang gerainya yang bertuliskan Makaroni Ngehe. Saya memberikan brand dengan tambahan ngehe karena nama tersebut masih asing di telinga konsumennya. Sebenarnya arti dari kata ngehe itu sendiri adalah ungkapan untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap sesuatu,” beber Ali.

Ali sendiri memberikan nama brand produknya dengan nama itu bukanlah tanpa alasan yang jelas. Ali mengaku alasannya memilih nama ‘ngehe’ untuk memberikannya semangat supaya kehidupannya tidak sama seperti sebelumnya yang sempat terlunta-lunta nasibnya karena ia merasa tidak ada masa depan yang baik untuk dirinya.

bisnis-makaroni

Bahkan, sebelum memutuskan untuk menggeluti bisnis makaroni ini, Ali sempat berprofesi sebagai seorang pemotong sayur yang 12 jam bekerja hanya mendapat upah 5 ribu saja. Tidak sampai disitu saja, Ali pun pernah tidur di emperan masjid dan toko karena dengan upah tersebut ia harus pulang pergi ke rumahnya. Bahkan Ali juga pernah hanya memakan jambu kepunyaan ibu kosnya karena kesulitan untuk membeli makanan.

Tapinya kini, semua hal pahit itu telah mampu dilaluinya dan ia telah berubah menjadi seorang wirausahawan yang sukses dengan memiliki karyawan hingga 140 orang. Sampai saat ini, bisnis makaroni yang dikelolanya sudah berjumlah 10 cabang, dimana setiap cabangnya mempekerjakan 14 orang karyawan untuk melayani betapa banyaknya konsumen dari makaroni ngehe. Semua karyawan yang dipekerjakan di setiap gerainya sudah mendapatkan pelatihan yang khusus untuk melayani dan menyajikan makaroni yang dipesan oleh konsumen.

Meski makaroni hanyalah makanan kecil, tapinya omzet yang didapat sangatlah mengejutkan. Dari 10 gerai yang ada, masing-masing mampu meraup omzet 3 sampai 4 jutaan per harinya. Dengan demikian, apabila perkiraan semua gerai mendapat omzet sebesar itu setiap harinya, maka total kucuran dana yang di dapat Ali mencapai Rp 40 jutaan setiap harinya. Angka tersebut sangatlah mengesankan untuk penjualan makanan ringan seperti makaroni.

Dalam bisnis makaroninya ini, Ali menerapkan sistem penggajian yang berbeda dari jenis usaha lainnya. Jika usaha lainnya menggaji sejumlah karyawannya dengan menggunakan sistem transfer, justru Ali menggaji seluruh karyawannya dengan memberikannya langsung melalui amplop.

Menurut Ali, sistem penggajian seperti itu mempunyai keunggulan tersendiri, yakni ia bisa secara langsung bertemu dengan seluruh karyawannya. Ada komunikasi yang baik dan canda tawa yang terjalin antara atasan dengan karyawannya. Tidak hanya itu, dalam menangani karyawannya, Ali semaksimal mungkin membuat seluruh karyawannya merasa nyaman dan senang dengan pekerjaan yang ditekuninya. Bagi Ali, apabila karyawannya senang, maka pelayanan yang diberikan kepada konsumen pun akan baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button