PSGC Tahan Imbang Skuat Tuan Rumah Persis SoloTuan rumah Persis Solo tidak bisa menekuk tamunya PSGC Ciamis dalam laga pembuka grup B Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 di Stadion Manahan Solo, Sabtu malam lalu. Kedua tim masing-masing berhasil menjebol gawang lawan pada tambahan waktu babak kedua sehingga skor pun berakhir sama kuat 1-1.

Kedua Skuat langsung melakukan irama permainan yang cepat begitu peluit dimulainya laga. Pada babak pertama baik Persis Solo maupun PSGC Ciamis melakukan serangkaian serangan akan tetapi belum berhasil menjebol gawang.

Persis yang mendapatkan dukungan dari ribuan simpatisan Pasoepati terlihat‎ mulai mendominasi permainan begitu peluit babak kedua ditiup. Hanya saja sejumlah peluang untuk menciptakan gol belum bisa diselesaikan secara sempurna. Beberapa kali penyelesaian akhir justru meleset dan melambung dari mistar gawang.

Akan teta‎pi ketika memasuki injury time di babak kedua, keputusasaan Persis mulai terpecahkan. Persis Solo melalui bek Fernando Poengajow berhasil menjebol gawang PSGC Ciamis dengan memanfaatkan tendangan bebas dari Agung Budi.

Hanya saja keunggulan tersebut hanya bergeming sebentar‎. Pasalnya di penghujung pertandingan, salah satu pemain Persis diketahui menyentuh bola di kotak penalti. Alhasil, bonus tendangan penalti pun tidak disia-siakan oleh Andi Dwi Kurniawan. Dengan dingin Andi berhasil memperdaya kiper Persis Solo, Aji Saka. Dengan demikian hingga peluit pertandingan berakhir skor pun berbagi 1-1.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro menilai bahwa kapasitas wasit sebagai pemimpin perlagaan kurang bagus. Wasit asal Aceh yang bernama Faulur Rosi terlihat mengeluarkan sejumlah keputusan yang janggal dan merugikan timnya. “Keputusannya seperti memberikan hadiah penalti itu sebenarnya sudah melewati masa injury time babak kedua,” kata dia kepada wartawan usai pertandingan.

Meskipun demikian, ia akui bahwa anak besutannya memperlagakan permainan yang sangat apik, tepatnya saat memasuki babak kedua dan lebih baik dibandingkan pada babak pertama. “Permainan yang ditunjukkan para pemain sudah bagus pada babak kedua. Tuk finishing masih perlu dibenahi karena sejumlah kemungkinan membuahkan gol gagal dilakukan,” paparnya.

Sementara itu Manajer PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya mengakui sangat puas dengan raihan imbang dalam laga pembuka ini. Padahal sejak awal pihaknya sudah menganggap tim lawan yang berjuluk Laskar Sambernyawa itu merupakan tim yang paling kuat di grupnya.

“Persis Solo skuat yang paling berat tetapi kami bisa berhasil mengimbanginya. Tentu hasil ini sangat bagus mengingat tim PSGC baru dibentuk sekitar satu bulan lalu. Dan perlu diketahui jikalau memasuki babak kedua tadi tenaga para para pemain sudah kelelahan,” ucapnya.