Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Oxford University menyatakan bahwa terdapat imbas yang substansial antara perut besar yang dimiliki oleh seorang pria dengan kanker prostat.

Sejatinya, setiap pria yang perutnya semakin membuncit seiring dengan pertambahannya usia, maka resiko munculnya kanker prostat semakin besar. Di dalam studi tersebut menyatakan bahwa setiap pembesaran 10 cm lingkar perut pada pria, maka resiko terimbasnya penyakit tersebut kian meningkat hingga 13 persen.

Afirmasi tersebut terlontar seusai para ilmuwan tersebut melakukan analisis terhadap 150 ribu orang pria yang memiliki usia rata-rata 52 tahun. Pengkajian tersebut membutuhakan waktu selama 14 tahun dengan hasil yang cukup menakjubkan, yaitu 7000 pria dari 150 ribu pria mengalami kanker prostat.

Pertambahan lingkar perut pada pria yang mengidap penyakit tersebut lebih tinggi dan tak lazim jika disandingkan dengan mereka yang tidak menderita kanker prostat. “Memang, hasil dari penelitian ini benar adanya dan terbukti adanya keterkaitan diantara kanker prostat dan ukuran tubuh,” papar Dr. Aurora Perez-Cornago.

Umumnya, dalam hal ini terjadi tingkat keparahan yang berlainan bagi setiap pengidapnya. Kompleksitasnya pun bervariasi. Pastinya, pria yang perutnya banyak tertimbun lemak, maka punya risiko yang lebih tinggi mengidap penyakit yang mematikan ini.

Oleh sebab itu, Dr. Aurora menganjurkan untuk setiap pria agar selalu menjadi berat badanya agar tidak melampaui batasnya. Umumnya, pengobatan kanker prostat ini dilakukan dengan 3 cara, yakni operasi, invasif, atau minum obat untuk gejala yang paling ringan.