Presiden Jokowi

Presiden Republik Negara Indonesia, Joko Widodo meminta kepada semua pihak dan masyarakat Indonesia bersabar menanti upaya pemerintahan untuk melakukan negosiasi pembebasan sandera yang dialami oleh 10 Warga Negara Indonesia yang sampai saat ini masih disekap di Filipina.

Pasalnya, negosiasi bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Meskipun upaya yang telah dilakukan selama satu bulan ini belum ada hasil yang maksimal, Presiden Jokowi menegaskan bahwa upaya pembebasan akan terus dilakukan dan masyakarta hanya perlu bersabar saja untuk menunggu hasilnya.

Karena, tidak hanya warga negara Indonesia saja yang disandera, ada beberapa warga asing lainnya juga yang disandera lebih dari 8 bulan. “Tidak semudah itu untuk melakukan pembebasan dari tawanan mereka, jangan mempermudah persoalan yang tidak mudah,” tutur Jokowi saat diwawancari di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi berpendapat bahwa Indonesia juga tidak bisa langsung bergerak untuk menindak kelompok penyandra di Filipina, lantaran harus memiliki izin dari negara tersebut. Meskipun demikian, presiden memastikan bahwa upaya negosiasi akan terus dilakukan oleh pemerintahan Indonesia.

Selain sulit mendapatkan izin negara, pergerakan misili di wilayah Filipina bagian Selatan juga turut mempersulit upaya Indonesia untuk melakukan pembebasan sandera. “Kita mengetahui, sandera sudah dipindahkan ke tempat lain. Perpindahan tempat penyanderaan juga sangat mempersulit kita,” ungkap Presiden Jokowi.

Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo yakin bahwa awak kapal tunda Brahma 12 yang disandera di Filipina akan segera dapat dibebaskan. Presiden juga memastikan jika pemerintah Indonesia akan secepatnya menyelesaikan masalah ini. “Insya Allah, kita akan segera menyelesaikan masalah ini,” sambung Presiden.