Posisi perangkat BlackBerry di pemerintahan Amerika Serikat (AS) semakin melempem, malahan mendekati akhir. Senat AS baru-baru ini mengumumkan bahwa para pegawai di bagian tersebut untuk ke depannya sudah tidak bisa lagi meminta perangkat BlackBerry 10 untuk keperluan pekerjaan.

Tapinya menurut pemberitaan tersebut, penyetopan permintaan perangkat tersebut diarahkan bagi semua karyawan, termasuk sistem administrasi, manager administrasi, dan bagian lainnya.

Apa pasalnya? Sebagaimana Godetik merangkum dari Slashgear, pada hari Minggu kemarin, pengumuman tersebut dilansir setelah adanya informasi dari BlackBerry kepada operator Verizon dan AT&T bahwa perusahaan asal Kanada itu akan menghentikan pengiriman perangkat berbasis OS tersebut.

Untuk sekarang ini, para “pekerja” masih bisa meminta perangkat berasas BlackBerry 10, seperti Z30, Classic, Passport, Z10, dan Q10. Hanya saja, stok perangkat tersebut benar-benar terbatas, sekitar 610 unit saja.

Seusai persediaan tersebut laris, pekerja sudah tidak diperbolehkan untuk meminta perangkat berasas BlackBerry 10 kembali. Sebagai gantinya, pekerja bisa memilih perangkat antara Galaxy S6 atau iPhone SE 16 GB.

Pekerja yang saat ini memakai BlackBerry pun boleh meminta pertukaran perangkat ke salah satu dari dua opsi tersebut. Tapinya, jikalau nantinya pekerja tetap ingin bertahan menggunakan BlackBerry, perangkat tersebut masih akan diurusi. Artinya, jika ada kerusakan, perangkat masih bisa direparasi. Dukungan terhadap BlackBerry pengguna baru akan dihentikan kala sudah tidak ada lagi pekerja yang menggunakan perangkat tersebut.

BlackBerry sendiri sesungguhnya miliki nama baik “keamanan” yang sangat mumpuni. Oleh karena itu, produk bikinan perusahaan asal Kanada tersebut banyak digunakan di level enterprise, termasuk pemerintahan.

Tapinya, seiring berjalannya waktu, dua sistem mobile terkelar saat ini, iOS dan Android, berhasil mengejar tingkat keamanan yang ditawarkan oleh BlackBerry. Pihak pemerintah beberapa negara pun melunak dengan membiarkan pegawainya menggunakan dua perangkat tersebut.

Terutamanya pemakai setia BlackBerry, Presiden AS Barack Obama pun dibilang sudah meninggalkan BlackBerry dan menggantinya dengan ponsel buatan Samsung.