Polri-KPK-Kejakgung Sepakat Bentuk Satgas Antikorupsi

Jakarta: Kejagung HM Prasetyo menggelar pertemuan tertutup dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti serta dua Plt pimpinan KPK Taufiequrrachman Ruki dan Johan Budi SP di Kejaksaan Agung. Pertemuan tersebut membahas sinergitas pemberantasan tindak pidana korupsi antar lembaga penegak hukum.

Sinergitas itu ditandai dengan kesepakatan membentuk satuan tugas bersama yang khusus menangani perkara korupsi di Tanah Air. Sejauh ini belum ada kepastian kapan Satgas Anti Korupsi itu akan diresmikan.

Bardroin menjelaskan, wacana pembentukan satgas tersebut merupakan suatu terobosan yang patut diapresiasi. Penanganan perkara korupsi secara bersama dianggap lebih mudah dan dapat mempercepat penyelesaian kasus.

“Tidak susahlah. Penyidik semua pernah di KPK dan Polri serta Kejagung. Leading sector KPK, Polri, serta Kejakgung. Satu leading dari tiga lembaga semuanya,” katanya.

Jumlah personil Polri yang nantinya bakal disertakan ke dalam satgas itu tergantung kebutuhan di lapangan. “Kalau besar kasusnya, kita berikan banyak untuk penyidiknya. Yang penting bagaimana bisa cepat penyelesaiannya.” katanya.

Ia menegaskan, tidak akan terjadi tumpang tindih dalam penanganan sebuah perkara korupsi. Pasalnya, tiga lembaga penegak hukum mengeroyok satu kasus secara bersama dinilai sangat efektif.

Agar tidak terjadi tumpang tindih penanganan kasus, sambung Prasetyo, maka diperlukan semangat dan kebulatan tekad bersama antar instansi yang intinya sepaham dalam memberantas tindak pidana korupsi.

“Sering kali KPK punya kewenangan lebih. Dengan itu kita saling memberi dan menerima. Tapi, kekurangan tenaga bisa diselesaikan Polri dan Kejakgung,” jelas Prasetyo.

Senada dengan Prasetyo, Ruki mengatakan konsentrasi kasus yang ditangani satgas tersebut hanya seputar pidana korupsi dan bukan persoalan antara Polri dan KPK, semisal penanganan kasus pimpinan nonaktif KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, atau penyidik KPK Novel Baswedan.

“Misalnya kasus APBD DKI, Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama) lapor ke KPK tapi Bareskrim juga sudah tangani. Katakanlah penyelidikan bersama Polri dan KPK. Masih banyak kasus lain yang akan dikerjakan satgas ini,” tutup dia.

KRI

Sumber : metrotvnews.com