Playmaker Sentral Barca Bersigap PragmatisPlaymaker sentral Barcelona Ivan Rakitic mencoba bersikap pragmatis asal timnya bisa menang dan keluar sebagai juara La Liga musim ini. Hal itu diungkap gelandang asal Kroasia itu usai mengalahkan Real Betis dengan skor 2-0, Sabtu lalu.

Namun demikian, kemenangan 2-0 itu diperoleh setelah pemain Betis Heiko Westermann diusir wasit karena kartu kuning kedua. Sebelum Westermann terusir dari lapangan hijau pada menit ke-35, Rakitic dkk terlihat kesulitan menembus pertahanan tim tuan rumah tersebut.

Dan, pada alhasil Rakitic sukses membuka keunggulan lalu digandakan kemudian oleh Luis Suarez. Itu adalah kemenangan ketiga beruntun Barca setelah dalam dua laga sebelumnya selalu menang besar, 6-0 dan 8-0.

Saya sungguh tak memedulikan jikalau kami tersorot atau tidak sepanjang kami menang. Lapangan tidak membantu kami dan Betis tahu apa yang mereka inginkan dengan [kondisi lapangan] itu. Itu sangat panas dan sebuah lapangan yang sulit, tetapi saya pikir kami tetap panas untuk menang.” Ucapnya.

Efek kemenangan tersebut, blaugrana pun kembali menyerobot posisi puncak klasemen yang sebelumnya direbut Real Madrid, lalu direbut Atletico Madrid pada hari pertandingan yang sama. Persaingan menuju juara La Liga di dua sisa pertandingan musim ini sangat ketat.

Blaugrana kini memuncaki klasemen dengan torehan poin 85 dari 36 pertandingan. Hasil serupa dimiliki Los Rojiblancos yang berada di peringkat kedua. Atletico berada di posisi runner-up karena kalah head-to-head dengan Barcelona. Kemudian di posisi ketiga adalah Real Madrid yang tertinggal satu poin dari Barcelona dan Atletico.

“JIka anda memuncaki [klasemen] Liga dengan dua perlagaan tersisa anda harus menang sebagaimana anda bisa, Kami selalu ingin orang agar bahagia dengan cara bermain kami teapi sekarang kami harus memenangkan liga,” pungkas Rakitic .

Sementara itu pelatih utama Barca Luis Enrique tak menyetujui jikalau skuatnya disebut bermain buruk kala mengalahkan Betis. Menurut Enrique, media dan publik sepak bola melihat kualitas Barca terlalu bagus dan menghilangkan jiwa kompetitif dalam menyaksikan pertandingan sepak bola.

“Saya pikir kami berlaga cukup apik. Pada babak pertama ada konfrontasi, tetapi di babak kedua kamilah skuat yang lebih baik,” tukasnya.