Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengutarakan, bahwa pembentukan holding BUMN energi bakal dilakukan tahun ini. Rencananya, perusahaan Minyak dan Gas PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk dari holding tersebut.

Pertamina disaat ini akan membawahi beberapa perusahaan BUMN yang bergerak di bidang energi. Seperti, PT Perusahaan Gas Negara (Persero). Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, skema holdingisasi yang diterapkan adalah perusahaan induk harus 100 persen dimiliki negara.

“Kemarin saya telah bicarakan dengan Menkeu, yang sudah usai ialah Pertamina kita akan ajukan PP-nya, dan semoga ada tiga lagi yang akan selesai yaitu jalan tol, tambang, dan keuangan,” paparnya di Gedung Pertamina.

Tapinya, Rini belum menentukan nama dari Holding BUMN Energi ini. Bisa saja nama Pertamina diganti menjadi Pertamina Holding atau dinamai Holding Energi. Yang pasti, di holding tersebut, PGN akan menjadi anak usaha Pertamina.

Dia pun mengutarakan, bahwa bergabungnya PGN di dalam holding akan dilakukan dengan transaksi inbreng atau dengan memasukkan harta yang bukan berupa uang tunai melainkan di dalam bentuk aktiva‎ dari para pemegang saham dalam penyertaan modal perseroannya.

“Jadinya kita inbreng namanya. Nantinya juga kita mesti melaporkan ini tentunya ke DPR. Tapi prosesnya sedang berjalan semua. Kemarin bicara ke Kemenkeu yang akan selesai Pertamina dan ada beberapa yang selesai lagi. Nantinya tentunya akan kita laporkan. Insya Allah kalau bisa kita sebelum hari raya. Tahun ini rencananya‎,” cetusnya.