yandex
Gaya HidupKesehatan

Pertikaian Dalam Tubuh Antar Sistem Imun vs Penyakit

Sistem imun sesungguhnya dapat dididik untuk melawan dirinya sendiri dalam penyakit autoimun. Para peneliti kini sedang mendalami civil war untuk menemukan terapi efektif melawan penyakit autoimun.

Penyakit autoimun terjadi pada saat sel pertahanan tubuh justru menubruk tubuh yang sehat. Beberapa penyakit autoimun yang sudah cukup dikenal antara lain lupus, artritis reumatoid, dan penyakit celiac.

Tak cuma penyakitnya yang susah disembuhkan, tapinya juga karena penyakit tersebut sering memicu komplikasi penyakit lain. Gejala penyakit yang sama juga bisa berbeda-beda pada tiap pasien.

Studi AS mengajar sel imun pada permasalahan penyakit “Pemphigus Vulgaris” pada mencit untuk menyelidiki perang sipil antar sistem imun. Keberhasilan ini diharapkan bisa diterapkan pada manusia.

Dalam Pemphigus Vulgaris, sejumlah sel-B mulai menciptakan “antibodi” yang menyerang protein desmoglein yang berguna serupa dengan lem agar sel kulit saling berikatan. Karena kesalahan itu, akibatnya kulit jadi tampak melepuh, termasuk di lapisan dalam mulut, tenggorokan, dan area genital. Dampaknya pun bisa fatal.

Penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan memakai obat untuk meredakan sel imun. Tapinya, pasien beresiko lebih tinggi lagi mengalami infeksi. Pendekatan baru dilakukan para ahli, yakni memakai sistem imun sebagai senjata untuk melawan. Pada kanker cara ini juga sudah dicoba dan hasilnya cukup menjanjikan.

Salah satu penghampirannya adalah “menyetel” ulang sel T, yang normalnya bertugas menghancurkan sel terinfeksi, untuk melawan sel tumor. Dalam sebuah percobaan pada pasien leukemia stadium terminal, dapat dicapai 90 persen remisi (tidak kambuh).

Teknik untuk mengganti mekanisme sel-T juga dilaksanakan pada penyakit Pemhigus Vulgaris sehingga sel ini hanya menyerang bagian dari sistem imun yang menimbulkan penyakit. Totalitas pun sangat mengesankan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button