Perjalanan SDA Tersandung Korupsi Haji Hingga Jadi Penghuni Bui

Jakarta: Pukul 19.30 WIB sekitar sepuluh bulan lalu. Johan Budi yang saat itu masih menjabat Juru Bicara KPK menggelar jumpa pers di Gedung KPK.

Dalam konferensi pers tersebut KPK membeberkan soal hasil gelar perkara kasus tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa haji pada 2012-2013 di Kementerian Agama. KPK kemudian menetapkan Menteri Agama saat itu, Suryadharma Ali, sebagai tersangka.

“Pimpinan KPK dari hasil gelar perkara menyimpulkan bahwa proses penyelenggaraan haji diduga telah terjadi tindak pidana korupsi, dengan menetapkan SDA selaku Menteri Agama sebagai tersangka,” kata Johan saat itu.

SDA disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Status tersangka, membuat SDA memilih mundur dari jabatannya sebagai pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surat pengunduran dirinya diberikan ke SBY, 28 Mei tahun lalu di Istana Bogor.

Beberapa kali penyidik KPK memanggil, namun SDA selalu tidak hadir. SDA tak hadir dalam panggilan tanggal 10 Februari dan 24 Februari 2015.

Suryadharma beralasan sakit dan dirawat di Rumah Sakit MMC Jakarta. Sedangkan pada panggilan berikutnya, ia mangkir karena sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Upaya SDA kandas, saat Hakim tunggal yang memimpin Praperadilan SDA, Tati Hadiati, menolak seluruh permohonan gugatan praperadilan yang diajukan.

“Seluruh permohonan pemohon ditolak semua,” kata Tati dalam sidang putusan praperadilan SDA di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Rabu (8/4/2015) lalu.

Di hari perdananya datang sebagai tersangka untuk diperiksa penyidik KPK, mantan Ketua Umum PPP ini dihadiahi ‘jaket oranye’. Dalam 20 hari ke depan, SDA harus menghabiskan hari-harinya di Rutan Guntur.

“Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

KPK mengenakan dua sangkaan kepada Suryadharma, yaitu dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama 2012-2013 dan 2010-2011.
YDH

Sumber : metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here