Nama Iis Dahlia sangat identik dengan dangdut. Ya, wanita kelahiran 29 Mei 1972 ini dikenal sebagai penyanyi dangdut Indonesia yang sudah tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam bernyanyi.

Berbeda dengan sejumlah penyanyi dangdut lainnya yang identik dengan goyangan seksi, Iis Dahlia justru memiliki ciri khas tersendiri di setiap panggungnya. Ketika tampil manggung, Iis tidak pernah terlihat bergoyang layaknya penyanyi lainnya. Meski demikian, pelantun lagu ‘Cinta Apalah Apalah’ ini mampu bersaing dengan sejumlah penyanyi lainnya yang mengandalkan goyangan hebohnya.

Sejak usianya masih muda, penyanyi berusia 44 tahun itu sudah memiliki hobi bernyanyi dan bermain musik. Bahkan Iis aktif mengikuti pentas di kawasan kediamannya. Tepatnya sejak ia masih kelas 4 SD, Iis turut memeriahkan sejumlah acara seperti 17 Agustus dan pesta pernikahan yang diiringi dengan organ tunggal.

Melihat potensi yang dimiliki oleh sang anak, akhirnya orang tua Iis Dahlia pun memasukannya ke les vocal di Bandung bernama Himpunan Artis Penyanyi dan musisi Indonesia (HAPMI). Setelah lulus di masa pendidikan, Iis pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan ia mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang penyanyi di Monas, TMII, dan Ancol. Ketika itu, Iis hanya dibayar Rp 90 ribu.

Ketika keberuntungan menghampirinya, Iis Dahlia pun mendapat tawaran untuk tampil di acara Lenong yang ditayangkan di TVRI. Rupanya peluang tersebut menjadikan produser Akurama Record, yakni perusahaan rekaman tertarik dengan suaranya. Tak hanya lagu dangdut, Iis juga sempat dipercaya untuk membawakan lagu-lagu mandarin namun dalam bahasa Indonesia.

Dalam perjalanan karirnya mencapai sukses seperti saat ini, Iis Dahlia sering mendapatkan hambatan. Suatu ketika Iis pernah ditawarkan untuk bisa tampil di sebuah acara Wajah Baru (acara yang memperkenalkan artis-artis baru) dengan membayar senilai Rp 800 ribu. Namun sayangnya, nyatanya Iis kena tipu dan nilai uang sebesar itu sangat tinggi nilainya pada tahun 80-an.

Meski demikian, hal tersebut tak menjadikannya hilang semangat. Dengan menggunakan cara lain, akhirnya Iis Dahlia pun bisa tampil di acara Wajah Baru. Dari sanalah Iis lantas menerima kontrak pembuatan 6 album sekaligus.

Keputusan yang dibuat Iis Dahlia untuk memilih genre lagu dangdut memang tepat. Pasalnya, Iis sempat merasa bimbang lantaran ia sempat ditawarkan untuk membuat album dangdut, tapi ia lebih sering menyanyikan lagu pop. Kemudian, setelah berpikir ulang, akhirnya Iis pun memutuskan untuk menjadi penyanyi dangdut dan mengubah namanya dengan nama panggung, yakni Iis Dahlia.

Popularitas Iis Dahlia dicapai ketika ia mengeluarkan album keduanya. Salah satu lagunya yang berjudul ‘Tamu Tak Diundang’ saat itu sangat disukai oleh masyarakat, bahkan sampai menembus Museum Rekor Indonesia. Tak hanya itu, Iis juga menorehkan penghargaan sebagai Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik dalam penghelatan Anugerah Dangdut Indonesia pada tahun 1997. Saat itu, Iis juga digadang-gadang sebagai penyanyi dangdut yang mampu mendongkrak nama baik dangdut lantaran penampilannya yang sopan.

Beralih ke kehidupan pribadinya, Iis Dahlia pernah menikah dengan seorang duda yang berprofesi sebagai pengusaha, yakni Dadang Indrajaya. Tapinya sayang, pernikahan tersebut tak berlangsung lama walaupun telah dikaruniai seorang putri bernama Salshadilla Juwita.

Selepas itu, Iis pun kembali mempercayakan hatinya untuk seorang pria bernama Satrio Dewandono, yang berprofesi sebagai pilot. Dari pernikahan kedua ini, Iis telah dikaruakan seorang putra bernama Devano Danendra. Melihat bakat putrinya, Salsha yang juga pintar bernyanyi, Iis pun mengajaknya untuk terjun ke dunia hiburan.