DUAKALI.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memanggil PT Bintang Cemerlang, pengimpor ZUK Z1 yang terbukti melakukan pemalsuan sertifikasi.

Langkah ini usai penelusuran oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang menindak laporan dari masyarakat tersebut mengenai ZUK Z1.

Seperti diketahui, PPNS ini merupakan penyidik yang berasal dari kalangan PNS untuk melakukan investigasi terhadap tindak pidana tertentu. Biasanya, kasus tersebut bukan tindak pidana umum yang biasa dilakukan oleh penyidik kepolisian.

“Kami akan panggil segera. Laporan ini masuk pagi ini dan terbukti (di lapangan). Besok, berkas pemanggilan akan dikirimkan,” ujar Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Kominfo,

Pengimpor barang, kata Budi, harus bekerjasama selain dengan Kominfo, juga harus melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Sebab, tiga instansi ini sudah sepakat soal aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) terhadap perangkat 4G, khususnya Frequency Division Duplex (FDD).

“Perangkat harus ada sertifikasi, kalau tidak ada atau belum memenuhi TKDN, maka tidak boleh masuk tentunya,” ujar pria yang disapa Iwan ini.

Diberitakan sebelumnya, ZUK diduga melakukan pemalsuan sertifikasi pada smartphone4G mereka, yaitu Z1.

Diketahui, Z1 ini diimpor ke Indonesia melalui PT Bintang Cemerlang. Tetapi, kenyataan di lapangan, Z1 sudah hadir di tangan masyarakat dengan nama pengimpor PT Pelangi Mas Indonesia, pihak yang mengimpor Xiaomi Redmi 1S pada tahun 2014 lalu.

Padahal, pihak Kominfo belum memberikan surat serfikasi kepada smartphone asal Tiongkok itu. Pasalnya, sampai dua kali pengajuan sertifikasi, pihak ZUK maupun pengimpornya belum mampu memperlihatkan bukti kalau Z1 ini sudah memenuhi TKDN.