Kesetaraan gender ialah mengenai masalah keselarasan hak di dalam segala lini yang tak membedakan jenis kelamin pria atau wanita. Begitupun dengan pengembangan diri dalam karier.

Sayangnya, pada zaman yang modern ini perempuan masih miliki masalah di dalam kesetaraan gender dalam bekerja dan digital yang punyai dampak paling besar. Lantas, apa saja hambatan wanita modern dalam mengembangkan kariernya? Berikut ialah penjelasan dari Country Managing Director Accenture Indonesia, Neneng Goenadi.

Pertama-tama, wanita tak menggunakan internet secara primer. Kemampuannya dalam menggunakannya pun masih dasar, lelaki lebih unggul. Untuk wanita fungsi internet hanya untuk aktif dalam media sosial dan menggunakannya untuk mencari informasi mengenai hobi yang mereka sukai.

Yang kedua, mayoritas perusahaan tempat di mana wanita bekerja pun tidak mendukung dengan memberikan training agar karyawannya terbuka di dalam dunia digital. Sehingga, kebanyakan karyawan belajar sendiri dan hasilnya tidak optimal seperti jika diberikan pengetahuan.

Ketiga, budaya yang masih membatasi. Tak ayal banyak juga negara maju semisal Arab Saudi dan negara maju di timur tengah lainnya yang biarpun penduduk wanitanya fasih digital dan miliki pendidikan yang tinggi tapinya dikarenakan budayanya yang mengutamakan kaum adam membuat pengembangan diri wanita juga terhambat.

Keempat, kurangnya partisipasi dari pria yang lebih ungguldi dalam menggunakan segala fitur dalam dunia digital. Untuk itu demi kesetaraan semua pemangku kepentingan seperti pemerintah dan pelaku bisnis juga termasuk wanita sendiri harus sudah mau melek digital, agar pemberdayaan wanita lebih optimal. Karena semua sama, wanita juga mempunyai keinginan, kemampuan, cita-cita yang sama di dunia ini.