yandex
Internasional

Pemerintah Fasilitasi Keluarga Zaenab Ziarah ke Madinah

Jakarta: Harapan keluarga jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Siti Zaenab yang dihukum mati pemerintah Arab Saudi dibawa ke tanah kelahiran tak akan pernah terwujud. Eksekusi dan proses pemakaman telah selesai, pemerintah hanya bisa memfasilitasi keluarga berziarah ke Madinah.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi keinginan keluarga berziarah ke makam Siti Zaenab. Pemerintah mengalami kendala informasi tentang eksekusi Zainab yang dilakukan ‘diam-diam’ tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia. Ketika pihak pemerintah mendatangii ke Madinah, lanjut Nusron, ternyata Jenazah almarhumah sudah dimakamkan dan disalatkan di masjid Nabawi Madinah.

“Jenazah telah dimakamkam di Pemakaman Umum Baqi di sampingnya Masjid. Saya sudah sampaikan kepada keluarga di Bangkalan, keluarga sudah ikhlas menerima, pemerintah akan memfasilitasi untuk berziarah ke makam almarhumah Zaenab,” kata Nusron dalam dialog Primetime News Metro TV, Rabu (15/4/2015).

Sebelumnya, diberitakan pemerintah telah melayangkan protes melalui Kementerian Luar Negeri terkait minimnya informasi eksekusi mati TKI yang sudah 16 tahun di Arab Saudi itu. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, pihaknya telah berupaya keras untuk bernegosiasi terkait nasib Siti Zaenab dengan pemerintah Arab Saudi. Baik melalui jalur diplomatik, hukum, dan secara kekeluargaan.

Bahkan pemerintah, kata dia, telah menawarkan uang denda kepada pemerintah Saudi. Namun, tawaran itu ditolak lantaran hukum yang berlaku di sana adalah hukum qishas.

“Semua upaya sudah kita lakukan. Termasuk penawaran uang diyat. Tapi sekali lagi karena hukum mereka qishas. Semuanya tergantung pada pemaafan pihak keluarga korban, sehingga ada titik di mana kita tidak bisa melakukan lebih jauh,” ungkap Retno.

Kendati demikian, pemerintah selalu berkomitmen memberikan perlindungan WNI di luar negeri, termasuk WNI yang menghadapi masalah hukum. Menurutnya, sejak awal, pemerintah telah berjuang untuk mendampingi Siti Zaenab dan memohonkan pengampunan dari keluarga.

“Presiden juga sampaikan bahwa kita komitmen, lanjutkan komitmen perlindungan WNI,” pungkas dia.

Sekedar diketahui, Siti Zaenab binti Duhri Rupa dihukum mati lantaran membunuh istri majikannya, Nourah binti Abdullah Duhem Al Maruba pada 1999 lalu. Hukuman mati sempat tertunda, menunggu pengampunan dari pihak keluarga korban yang saat itu belum aqil baligh. Namun, WNI kelahiran Bangkalan, 12 Maret 1968 ini tetap dieksekusi mati karena tak mendapat pengampunan dari keluarga korban.

MEL

Sumber : metrotvnews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button