Setiap awal tahun seluruh rakyak di dunia merayakan tahun baru, hal ini adalah sebagai wujud kebanggaan karena bisa menuju awal tahun dan tentunya banyak harapan yang akan terukir ditahun baru. Tetapi ada yang berbeda di Aceh, pemerintah malah melarang warganya terutama warga muslim untuk merayakan tahun baru 2015. Dan untuk non-muslim diharapkan untuk menghormatinya dengan tidak berhura-hura membakar kembang api, meniup terompet dan lain sebagainya.

Seperti diansir dari Acehonline, Pemerintah Kota Banda Aceh melarang warga muslim merayakan tahun Masehi. Larangan ini juga berlaku meski perayaan dibalut dengan nuansa agama seperti zikir, tausiah maupun pengajian.

Larangan tersebut tercantum dalam seruan bersama yang turut ditandatangani oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh, termasuk di dalamnya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh.

Seruan tersebut saat ini telah beredar luas dan menjadi bahan pembicaraan hangat bagi muslim di Banda Aceh.

Terkait surat edaran tersebut, Kepala Bagian Keistimewaan Pemkot Banda Aceh, Zahrul Fajri membenarkan. Menurutnya, perayaan tahun baru dengan penganggalan Masehi merupakan budaya dari non-Muslim.

“Merayakan tahun baru Masehi (2015) itu bukan budaya Islam, itu budaya dan ritual non-muslim, makanya telah diambil kebijakan melarang melakukan perayaan dalam bentuk apapun, termasuk zikir, tausiah maupun mengaji,” kata Zahrul Fajri.

Zahrul menambahkan, bagi warga muslim yang ingin merayakan tahun baru bisa dilakukan setiap tanggal 1 Muharram Hijriah.

“Kita kan ada kalender sendiri, silakan merayakan untuk merenungi pada tahun Hijriah, karena sejak tanggal 25 Desember sampai dengan 1 Januari setiap tahunnya itu hari-hari ritualnya non-muslim,” terangnya.

Sementara bagi non-Muslim yang berada di Aceh Zahrul meminta menghormatinya sekaligus tidak melakukan huru-hara seperti membakar mercon, meniup terompet dan juga berkumpul menjelang pergantian tahun baru.

“Non-muslim kami juga meminta patuhi seruan ini. Demikian juga kita berharap tidak ada perayaan dalam bentuk apapun,” tutupnya.