yandex
Bisnis

Peluang Bisnis Camilan ‘Keripik Tempe Buluk Lupa’

Sejatinya, untuk menggeluti sebuah usaha, keunikan sangatlah vital dan dibutuhkan bagi sejumlah pelaku bisnis. Salah satu pebisnis yang memprioritaskan keunikan dalam usahanya adalah Taufik Ismail yang menciptakan produk Kripik Tempe Buluk Lupa yang dilapisi dengan bubuk coklat dan juga green tea.

Mulai digeluti sejak November 2015 lalu, bisnis camilan ini merupakan usaha yang telah diimpikannya sejak tiga tahun yang lalu. “Memang sebelumnya, saya sudah mendengar makanan ini dari teman saya yang pada saat itu bekerja di pabrik tempe dan dia suka iseng membuat camilan tempe coklat untuk dikonsumsi sendiri. Namun sampai ia keluar dari pabrik itu, saya belum pernah melihat dan mencicipi dari keripit tempe coklat itu,” beber Taufik.

Berawal dari rasa penasaran itulah, akhirnya Taufik mulai mencari-cari artikel tentang cara pembuatan keripik tempe yang enak dan dapat diaplikasikan untuk menjadi keripik tempe coklat. “Karena memang tempe rasa coklat ini terbilang baru dan belum ada yang membuatnya, jadi resep dan cara pembuatannya harus dipikirkan sendiri,” tambahnya.

Lantaran merasa kesulitan untuk mencari referensi dalam pembuatan keripik tempe coklat ini, Taufik pun gencar melakukan beragam eksperimen untuk menciptakan keripik tempe coklat yang enak dan layak untuk dijual.

Usaha camilan yang digeluti Taufik diberi nama Tempe Coklat Buluk Lupa. Ia memulainya dengan menghadirkan 1 varian rasa saja, yakni coklat original dan dipasarkan melalui sistem online. Dalam kemasannya, awalnya Taufik hanya menggunakan kantung aluminium foil dan menyematkan sticker logo di bagian depan kemasannya.

Walaupun awalnya mendapatkan respon yang positif dari pasar, tapinya pelanggannya tidak semakin bertambah, hanya di sekitar kota Bandung saja. Taufik menyadari, hal tersebut dipicu oleh minimnya strategi pemasaran yang dilakukannya. Bahkan Taufik pun sempat mengalami yang namanya sepi pembeli dalam waktu 1 pekan.

keripik-tempe-buluk-lupa

Tidak ingin bisnis camilan yang menguntungkan itu terus melemah, Taufik melakukan perubahan terhadap strategi promosi yang dilakukannya. Ia pun menggunakan media sosial seperti twitter dan facebook memperkenalkan serta mempromosikan produk buatannya itu. Tidak hanya itu, Taufik pun mengubah tampilan kemasannya sehingga memberikan kesan yang lebih modern dan berkualitas.

Guna mendongkrak penghasilan dari bisnis makanan ringan miliknya, Taufik pun gencar mempromosikan produknya melalui pameran kewirausahaan yang banyak diadakan oleh pemerintah maupun instasi lainnya. “Untuk meningkatkan pelanggan dan wawasan, saya pun bergabung ke dalam sebuah komunitas pelaku bisnis di Bandung,” tuturnya.

Taufik berpendapat, peluang usaha camilan keripik tempe ini terbilang sangat menjanjikan apabila digeluti dengan serius dan dengan tekd yang bulat. Modal awal yang dikeluarkan Taufik untuk memulai bisnis camilan ini tidaklah besar, yakni hanya Rp 750 ribu yang dialokasikannya untuk membeli kemasan, bahan baku, dan membeli peralatan sealer. Sementara untuk perlengkapan produksi lainnya seperti, kompor dan wajan, Taufik menggunakan peralatan yang ada di dapur miliknya.

Setelah permintaan terhadap produknya semakin meningkat, Taufik pun mulai melakukan investasi dengan membeli perlengkapan bisnis camilannya yang lebih modern serta dapat mempersingkat proses produksinya, yakni seperti mesin pemotong meat slicer yang harganya Rp 4,3 juta. Mesin tersebut dirancang kembali untuk menghasilkan potongan tempe yang sama.

Saat ini, untuk mengembangan jaringan pemasarannya, Taufik menerapkan sistem reseller yang kini mitranya telah tersebar ke beberapa kota di Pulau Jawa, sampai ke Samarinda, Banjarmasin, Pulau Bali, Lampung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Sementara untuk gerainya sendiri, Taufik menggunakan rumah pribadinya untuk melayani para pembelinya.

Meskipun bisnis camilan keripik Tempe Coklat Buluk Lupa ini tergolong masih baru, tapinya Taufik mampu mencapai omset yang cukup besar. Per harinya, ia mampu menjual hingga 120 bungkus keripik tempe coklat dengan kisaran omset per bulannya mencapai Rp 57 juta. Dalam menjalani bisnis camilan ini, Taufik diperbantukan oleh 2 orang karyawan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button