Panoply, Media Sosial yang Bertujuan Membantu Pengidap Depresi

Media sosial adalah sebuah ide revolusioner di abad 21. Sosial media dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan banyak orang. Meskipun begitu, media sosial juga merupakan salah satu tempat di mana cyberbullying terjadi. Dan tidak sedikit kasus cyberbullying yang berakhir dengan tragedi.

Robert Morris hendak mengubah pandangan masyarakat mengenai sosial media. Dia lalu membuat Panoply, sebuah media sosial yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang mengalami depresi.

Panoply adalah sebuah platform peer-to-peer yang dikelola MIT dan beberapa universitas yang ada di barat laut Amerika. Berdasarkan sebuah naskah yang yang dipublikasikan di Journal of Medical Internet Research, situs ini akan mendorong para penggunanya untuk “berpikir dengan lebih obyektif mengenai kejadian dan pikiran yang memicu stres.”

Cara kerja Panoply adalah dengan mengajarkan para penggunanya sebuah metode terapi yang disebut dengan CBT (Cognitive Behavioral Therapy). Metode ini mendorong orang-orang untuk melihat masalah yang mereka hadapi dari perspektif lain.

Saat seseorang mengalami stres, mereka akan menuliskan masalah mereka dan bagaimana reaksi mereka. Para pengguna yang lain lalu akan memberikan masukan yang bertolak belakang dengan reaksi sang penulis post. Komentar yang diberikan sudah diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan sang penulis post tidak mendapat hujatan.

Penelitian mengenai Panoply ini mengikutsertakan 166 orang selama 3 minggu. Peneliti mengatakan bahwa agar efek dari penggunaan Panoply terlihat, maka seseorang harus menggunakan Panoply selama setidaknya 25 menit per minggu.

Langkah berikutnya adalah untuk memperluas jangkauan dari situs ini dan melihat apakah media sosial ini juga akan sama efektifnya jika digunakan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. (ubergizmo/times)

ABE

Sumber : metrotvnews.com