Palestina Resmi Bergabung ke Pengadilan Kriminal Internasional

Den Haag: Palestina resmi bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Rabu (1/4/2015). Ini menjadi harapan Palestina dalam menyeret Israel atas dugaan kejahatan perang.

Peresmian dilakukan dalam sebuah upacara tertutup di markas besar ICC di Den Haag, Belanda, tepat 90 hari setelah Palestina bergabung dalam Statuta Roma.

Seperti dikutip AFP, Menteri Luar Negeri Palestina Riad Maliki menerima sebuah kopi simbolik Statuta Roma dalam upacara peresmian.

Setelah berpuluh-puluh tahun gagal bernegosiasi dengan Israel, serta tipisnya harapan mendirikan negara sendiri, Palestina terus berusaha mendapat pengakuan badan internasional, termasuk ICC.

Sebelumnya, Palestina telah mengirim sejumlah dokumen pengadilan yang meminta tim jaksa menginvestigasi dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina sejak Juni 2014.

Ketegangan Israel dan Palestina pada Juni tahun lalu meningkat menjadi sebuah perang di jalur Gaza. Dalam perang itu, 2.200 warga Palestina dan 73 Israel tewas. Sejauh ini, ICC belum melakukan investigasi apapun terhadap Israel.

Penyelidikan terkait dugaan kejahatan perang Israel juga akan meliputi penembakan roket dan mortir militan Hamas ke arah warga sipil Israel.

Walau Israel bukan anggota ICC, pengadilan untuk kejahatan paling serius itu dapat menuntut Israel atas tudingan kejahatan perang di wilayah Palestina.

Terdapat beberapa kendala jika pada akhirnya ICC memutuskan menuntut Israel. ICC tidak memiliki kepolisian sendiri, dan bergantung pada kerja sama dengan negara-negara anggota.

WIL

Sumber : metrotvnews.com