Progam PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memasarkan Jimny ke Indonesia sepertinya segera tercapai. Model legendaris di Indonesia ini, sudah siap dipasarkan karena banderol yang disiapkan untuk konsumen sudah diputuskan.

“Sudah, harga sudah putus, fixed, OTR (on the road). Tapinya saya masih belum bisa sampaikan di sini,” kata Davy J Tuilan, Wakil Direktur Pelaksana SIS di Malang, pada hari Rabu kemarin.

Davy juga mengutarkan bahwa, rencana pemasaran Jimny ini terbilang tidak disengaja. Semua dimulai dari orderan yang masuk dari satu perusahaan (fleet) dengan jumlah cukup besar. Sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM), SIS punya kewajiban untuk menyediakan layanan purna jual setiap model yang dipasarkan.

“Ketimbang kita sediakan semua tuk layanan purna jual dan penopang lain, sekalian saja dijual ke konsumen umum,” imbuh Davy.

Sebelumnya, Riecky Patrayudha, Kepala Servis Roda Empat dan Dua SIS mengutarakan bahwa jikalau nantinya tim utama teknisi sudah dikirim ke Jepang untuk mempelajari teknologi dan mesin Jimny yang bakal dijual ke Indonesia. Terdapat tiga orang mekanik Indonesia yang nantinya akan menyalurkan pengetahuan dan teknik penunjang ke seluruh diler Suzuki.

Pelantikan langsung ke Jepang dibutuhkan karena dianggap Jimny sebagai produk dengan teknologi baru, berbeda dengan Suzuki Katana, generasi terakhir yang sempat dipasarkan di Indonesia, pada 2005. Rencananya, Jimny akan diimpor utuh (completely buiilt up/CBU) dari Jepang.

Di Jepang sendiri, Jimny disuplai mesin bensin M13A, 1.3 liter VVT, dengan penggerak empat roda (4WD). Mesin ini bertenaga 83 dk dan torsi 110 Nm.

“Terutama yang 4×4, karena kita sudah lama tidak menjual 4×4. Kalau Jimny yang terakhir kita jual itu semuanya benar-benar manual, tapi yang baru ini benar-benar canggih,” ujar Riecky, pada hari Jumat kemarin.

Jimny sebenarnya bukan model baru bagi Suzuki di Indonesia, kemunculannya sudah menghiasi industri otomotif nasional sejak 1979, dengan kode LJ50, bermesin 550 cc, kala itu. Disusul kemunculan Jimny “Jangkrik” LJ80 bermesin 800cc. Baru kemudian Suzuki mulai merakit Jimn SJ40, bermesin 1.000 cc di pabrik Bekasi, Jawa Barat.