Dalam kompetisi lanjutan Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 kemarin, Barito Putera menelan pil pahit di kandang Persela Lamongan dengan perolehan skor akhir 4-2.

Menanggapi kekalahan itu, Mundari Karya, selaku Pelatih Barito Putra menuturkan bahwa tim yang ditukangi oleh Sutan Harhara itu memang pantas menjawarai pertandingan. “Dari segi ilmu dan pengalaman, harus saya akui Sutan Harhara lebih hebat dari saya. Tak heran jika beliau tahu persis mengenai strategi yang saya realisasikan di tim. Saya pikir, beliau juga sudah tahu dan mempersiapkan cara untuk mengatasinya.” ujar Mundari Karya.

Dalam dua pertandingan terakhirnya, memang Barito Putera tampil kurang impresif, khususnya di sektor belakang yang performanya semakin lemah. “Selain melawan Persela yang mengharuskan kami menelan kekalahan, hal ini juga sempat terjadi saat melawan Persipura, meskipun lini depan kami bermain dengan bagus,” paparnya.

“Kami menyadari, hal itu disebabkan karena lemahnya lini pertahanan kami, sehingga pemain Persela leluasa menyerang gawang kami. Persela juga sukses memanfaatkan banyak peluang dengan perpaduan umpan silang maupun umpan langsung,” tambahnya.

Sementara itu dari pihak Persela Lamongan, pelatih Sutan Harhara mengaku jika dirinya merasa senang lantaran tim yang ditukanginya ini sukses menorehkan gelar jawara keduanya di TSC 2016. “Saya sangat bersyukur karena Persela bisa menjadi jawara di pertandingan ini. Ini merupakan hasil dari kerja keras bersama, terutama para pemain,” jelas pelatih berusia 63 tahun itu.

“Pada babak pertama, Persela tampil sangat bagus dan memukau. Namun sayang, di babak kedua mereka kurang fokus sehingga bisa dibobol oleh Barito Putera sebanyak 2 gol. Hal inilah yang akan menjadi bahan evaluasi kami,” tutupnya.