Baru-baru ini mencuat kabar yang menyebutkan bahwa Granada resmi dijual kepada kepada Jiang Lizhang, seorang milioner asal China. Penjualan klub ini dikabarkan menghasilkan uang yang besarnya 37 juta euro. Uang tersebut diberikan sepenuhnya kepada Gino Pozzo, anak pemilik Granada sebelumnya.

Faktanya, kesepakatan perubahan kepemilikan klub ini sudah dicapai pada 21 Mei 2016 yang lalu. Akan tetapi, pihak dari dewan penasihat olahraga Spanyol baru menyetujuinya pada minggu lalu. Setelah itu, Jiang Lizhang akan pergi ke Granda untuk mengambil alih kepemilikan Granada.

Tampaknya, Lizhang bakal melewatkan pekan ini di Granada. Pasalnya, ia berencana untuk membincarakan hal ini dengan Francisco Cuenca dengan walikota setempat. Tak hanya itu, Lizhang pun berkesempatan untuk menyampaikan sejumlah proyek besarnya untuk Granada di kemudian hari.

Banyak pihak yang meyakini bahwa kehadiran pemilik baru klub ini bakal mengubah Granda menjadi lebih baik lagi. Salah satu langkah awal yang akan dilakukannya adalah menggantikan sang pelatih, Jose Gonzales dengan Paco Jemes, seorang pelatih yang mampu memboyong Rayo Vallecano menjadi klub terhebat di Liga Spanyol.

Seperti yang kita ketahui bersama, di musim 2011/2012, Granada sukses menjawarai ajang utama Liga Spanyol, Primera Division. Hal tersebut terjadi pasca 30 tahun sudah Granada menghilang. Namun sayang, mereka selalu berada di posisi bawah klasemen, layaknya musim lalu yang mengharuskan Granada menempati posisi ke-16.

Sebelumnya, Granada adalah sebuah klub yang dimiliki oleh Giampaolo Pozzo yang juga menjadi sosok pemilik Udinese. Sedangkan anaknya Pozzo, yakni Gino sedang menaungi klub Liga Inggris, Watford.