yandex
Bisnis

Miliki Modal Terbatas, Pria Ini Sukses Bisnis Mochi Es Krim

Sejatinya, kesungguhan dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk menggeluti sebuah usaha. Seperti halnya yang dilakukan oleh Iwan Widoyoko, seorang pelaku usaha kuliner asal Bogor yang menekuni bisnis mochi es krim dengan mengusung brand Momochi.

Di awal usahanya itu, Iwan mendirikannya dengan modal yang terbatas. Kesungguhan dan semangat yang dimilikinya untuk semakin berkembang, sukses menjadikan bisnis mocha es krimnya diminati masyarakat, bahkan sudah dipasarkan melalui sistem franchise ke beberapa daerah di Tanah Air.

Saat pertama kalinya menggeluti dunia bisnis kuliner, Iwan mengaku tidak mempunyai modal yang besar, selain kreativitas untuk membuat mochi dan tekad yang kuat. Ketika itu, Iwan punya hobi mencicipi beragam jenis makanan khas daerah, dan berani mencoba untuk mengkreasikannya menjadi makanan yang lebih modern.

Iwan mulai melirik kue mochi sebagai peluang usahanya karena pada saat itu jajanan ini sedang popular dan banyak dipasarkan di Bogor, khususnya di daerah Puncak. Tapinya, karena dinilai tidak memiliki keunikan yang menarik, Iwan memutuskan untuk mengkreasikannya dengan es krim dengan mengusung motif yang unik dan menarik.

Iwan menilai, dengan memadukan bentuk yang unik dan rasa yang mochi yang lembut, tentunya hal ini akan menjadikan para konsumennya tertarik untuk mencobanya. Selain itu, mocha es krim juga dinilai miliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat dinikmati di semua kalangan.

mochi-es-krim

Setelah mendapatkan ide usaha tersebut, Iwan bersama sang istri pun mulai membuat mochi es krim tersebut. Dengan mengandalkan modal yang tak seberapa, Iwan sering mengalami kegagalan untuk mendapatkan rasa yang benar-benar pas, yakni selama 2 bulan.

Setelah berhasil mendapatkan resep yang pas dan enak, Iwan langsung menamai bisnis mochinya itu dengan brand Momochi, yang terdiri dari dua penggalan kata, yaitu Mo yang artinya mangkok dan mocha yang berarti bersih. Sejak saat itu, Iwan pun mulai memperkenalkan produk mochinya dan tak disangka produknya itu direspon positif oleh masyarakat.

Berbeda dengan produk mochi yang banyak dijajakan di daerah Puncak, mochi es krim yang dibuat Iwan ini tidak bisa disimpan di suhu ruangan yang tinggi. Mochi ini harus disimpan di kulkas yang suhunya -15 derajat. Untuk rasanya sendiri, Momochi menawarkan cita rasa yang benar-benar lembut dan dipadukan dengan nikmatnya es krim yang ada didalamnya dengan rasa yang bervariasi.

Di awal memulai bisnis mochinya, Iwan memasarkannya di sebuah mall di kawasan Cibubur, yakni Cibubur Junction. Di tempat itulah, Iwan pertama kalinya menjanjakan produk mochinya dengan membidik masyarakat di kalangan menengah.

Iwan menargetkan konsumen di kalangan menengah karena produk Momochi yang dijualnya diproduksi dengan kualitas terbaik dan menggunakan bahan dasar yang cukup mahal. Tak hanya itu, Iwan juga mengaku jika dirinya ingin mengangkat nama makanan khas tradisional ini menjadi lebih tinggi dan dipandang modern oleh masyarakat.

Dengan mengusung packaging yang menarik dan modern, rupanya mampu menarik minat para pengunjungnya untuk mencoba mochi es krim Momochi. Bahkan, seiring berkembangnya bisnis mochinya, Iwan mendapati tawaran untuk menerapkan sistem franchise sehingga bisa dipasarkan lebih luas lagi.

Kini, setelah berhasil mengembangkan bisnisnya tersebut, Iwan mempekerjakan 7 orang karyawan sehingga ia bisa memproduksi 300 mochi es krim berukuran besar dan 300 untuk ukurannya yang kecil agar bisa dikirimkan kepada para mitranya yang tergabung dalam sistem franchise miliknya. Walaupun masih memiliki kendala terkait sistem pengirimannya, tapi Iwan tetap optimis bisa semakin mengembangkan bisnis mochinya sampai ke luar negeri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button